Berita

Soal Starlink, Evita Peringatkan pemerintahan Agar Adil kemudian Ungkap Kemungkinan Bahaya Baru

26
×

Soal Starlink, Evita Peringatkan pemerintahan Agar Adil kemudian Ungkap Kemungkinan Bahaya Baru

Sebarkan artikel ini
Soal Starlink, Evita Peringatkan pemerintahan Agar Adil kemudian Ungkap Kemungkinan Bahaya Baru

JAKARTA – Anggota Komisi VI DPR Evita Nursanty mengajukan permohonan pemerintah yang dimaksud terlanjur memberikan “karpet merah” terhadap Starlink , untuk bersikap adil kemudian konsisten. Jika tidak, Evita gelisah dua hingga tiga tahun lagi perusahaan telekomunikasi lalu internet di dalam Indonesia memiliki kemungkinan bangkrut, kemudian negara kehilangan kontrol secara langsung melawan infrastruktur komunikasi.

“Saya harap pemerintah mendengar juga ucapan operator kita ke pada negeri yang mana selama ini sudah berpartisipasi pada penyelenggaraan telekomunikasi serta internet pada Indonesia. Berikan mereka itu equal playing field dengan keadilan pada pemberlakuan pemenuhan kewajiban masing-masing,” kata Evita, politikus PDI Perjuangan ini, Kamis (23/5/2024).

Evita mengaku heran, Elon Musk disambut bak raja, diberi karpet merah, dengan gampang diberikan market, padahal Nusantara punya kegiatan satelit sendiri serta perubahan struktural digital. Hebatnya lagi, sampai detik ini, pada waktu dibujuk-bujuk untuk penanaman modal Tesla di dalam Indonesia, Elon Mask malah pilih negara lain.

Menurut Evita, sebagai sesama pemain pada sektor internet, Starlink harusnya memenuhi berubah-ubah kewajiban yang mana mirip seperti perusahaan lainnya, mulai dari kewajiban pembangunan badan bidang usaha yang tersebut berkedudukan di Indonesia, Derajat Komponen Dalam Negeri (TKDN), aspek peluang interferensi, penerapan kebijakan perpajakan dan juga pembayaran Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), kewajiban pemenuhan Quality of Service (QoS), hingga aspek pengamanan dan juga keamanan data, juga aspek kedaulatan bangsa.

Evita mengingatkan, regulasi yang tiada cukup ketat terkait layanan internet satelit seperti Starlink dapat menyulitkan operator telekomunikasi lokal untuk bersaing dengan perusahaan asing yang mempunyai kemampuan besar. Terjalin juga persaingan yang digunakan tiada seimbang. Jika biaya langganan Starlink turun radikal seperti yang direncanakan oleh perusahaan, operator telekomunikasi lokal ke Indonesia mungkin saja kesulitan bersaing pada hal tarif layanan internet. Hal ini dapat mengarah pada penurunan total pelanggan yang mana beralih ke Starlink.

“Ancaman-ancaman ini dapat berdampak negatif terhadap operator lokal di Indonesia, baik dari segi pendapatan, penetrasi pasar, maupun tempat bersaing pada lapangan usaha telekomunikasi domestik. Oleh lantaran itu, diperlukan ada regulasi yang jelas, kerja sejenis dengan pemangku kepentingan, kemudian strategi kegiatan bisnis yang adaptif. Hal ini kalau tidak ada segera diatur, pada dua atau tiga tahun ke depan, semua perusahaan telekomunikasi juga internet di dalam Indonesi sanggup bangkrut,” kata Evita.

Evita menyebut, ketergantungan pada layanan internet satelit seperti Starlink yang tersebut dioperasikan oleh perusahaan asing dapat mengakibatkan negara kehilangan kontrol segera berhadapan dengan infrastruktur komunikasi, membatasi kemampuan untuk mengambil tindakan darurat atau koordinasi pada situasi konflik.

“Semua alat sadap milik KPK, BIN, Polri, Kejaksaan akan tak berguna dikarenakan tidaklah ada akses ke Starlink. Kemudian, kemungkinan campur tangan asing pada operasional komunikasi, juga kelainan terhadap fungsi penting pemerintah kemudian militer di koordinasi juga respons darurat,” ucapnya.

Tak cuma itu, ancaman akses yang tidak ada diinginkan oleh negara asing atau entitas jahat terhadap infrastruktur satelit dapat mengakibatkan serangan siber seperti mata-mata atau penyalahgunaan data, yang tersebut dapat merugikan keamanan nasional.

“Penggunaan layanan Starlink yang digunakan tiada mengikutsertakan NOC (Network Operation Center) kemudian NAP (Network Access Provider) lokal dapat menghambat kemampuan pemerintah di mengawasi lalu mengantisipasi kemungkinan ancaman keamanan siber,” ucapnya.

“Pemerintah kita sudah ada terlanjur kasih karpet merah ke Elon Musk sebelum regulasi yang kuat disiapkan. Hal ini membahayakan kedaulatan digital serta keamanan negara. Saya minta agar regulasi tentang layanan ini diatur, harus adil, dan juga konsisten,” kata Evita

Artikel ini disadur dari Soal Starlink, Evita Peringatkan Pemerintah Agar Adil dan Ungkap Potensi Bahaya Baru

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *