Internasional

Terima Eksepsi, Hakim Perintahkan Gazalba Saleh Dibebaskan

21
×

Terima Eksepsi, Hakim Perintahkan Gazalba Saleh Dibebaskan

Sebarkan artikel ini
Terima Eksepsi, Hakim Perintahkan Gazalba Saleh Dibebaskan

JAKARTA – Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Pengadilan Negeri (PN) Ibukota Indonesia Pusat, menerima nota keberatan atau eksepsi yang tersebut diajukan Hakim Agung nonaktif Gazalba Saleh . Sidang perkara gratifikasi serta perbuatan pidana pencucian uang (TPPU) yang digunakan menjerat Gazalba itu tak lanjut ke tahap pembuktian pokok perkara.

“Mengadili, satu, mengabulkan nota keberatan dari pasukan penasehat hukum Terdakwa Gazalba Saleh tersebut,” kata ketua majelis hakim Fahzal Hendri pada ruang sidang PN Tipikor Jakarta, Mulai Pekan (27/5/2024).

Hakim mengungkapkan surat dakwaan jaksa KPK tiada dapat diterima. Hakim menyampaikan jaksa KPK pada perkara Gazalba belum menerima surat perintah penunjukan pendelegasian kewenangan dari Jaksa Agung.

“Namun jaksa yang dimaksud ditugaskan di dalam Komisi Pemberantasan Korupsi pada hal ini Direktur Penuntutan KPK tiada pernah mendapatkan pendelegasian kewenangan penuntutan dari Jaksa Agung Republik Indonesia selaku penuntut umum tertinggi sesuai dengan asas single prosecution system,” ujarnya.

Hakim juga memerintahkan terhadap jaksa membebaskan Gazalba dari tahanan. Hakim menyatakan jaksa KPK dapat menyatakan banding melawan putusan tersebut.

“Menyatakan penuntutan serta surat dakwaan penuntut umum tidaklah dapat diterima. Memerintahkan terdakwa Gazalba Saleh dibebaskan dari tahanan segera setelahnya putusan ini diucapkan,” katanya.

Sebagai informasi, Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendakwa Hakim Agung nonaktif Gazalba Salehmenerima gratifikasi Rp650 jt terkait pengondisian perkara kasasi Nomor 3679 K/PID.SUS-LH/2022 dengan terdakwa Jawahirul Fuad. Jumlah yang disebutkan diterimanya sama-sama seseorang pengacara bernama Ahmad Riyad.

“Perbuatan Terdakwa bersama-sama dengan Ahmad Riyad menerima gratifikasi berbentuk uang sebagian Rp650juta haruslah dianggap suap lantaran berhubungan dengan jabatan dan juga berlawanan dengan kewajiban kemudian tugas Terdakwa sebagai Hakim Agung Republik Indonesia,” kata Jaksa KPK di dalam ruang sidang Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Negeri Ibukota Indonesia Pusat, Mulai Pekan (6/5/2024).

Artikel ini disadur dari Terima Eksepsi, Hakim Perintahkan Gazalba Saleh Dibebaskan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *