Lifestyle

Kepentingan Gen Z Mandiri lalu Paham dengan Peluang Diri

20
×

Kepentingan Gen Z Mandiri lalu Paham dengan Peluang Diri

Sebarkan artikel ini
Kepentingan Gen Z Mandiri berikutnya Paham dengan Kesempatan Diri

JAKARTA – Badan Pusat Statistik (BPS) mengatakan bahwa ada berjumlah hampir 10 jt penduduk usia muda atau Generasi Z (Gen Z) dengan rentang usia 15-24 tahun menganggur. Dari bilangan tersebut, 5,73 jt dalam antaranya merupakan perempuan lalu 4,17 jt lainnya laki-laki.

Sementara pada sisi lain, Gen Z merupakan generasi dengan daya belanja yang cukup kuat di dalam zaman sekarang, yaitu rata-rata sebesar 360 miliar dolar apabila memperhitungkan pemasukan semua Gen Z dalam dunia. Angka ini diperkirakan akan terus bertambah seiring dengan banyaknya generasi muda yang mana memasuki bumi kerja.

Dengan fenomena ini, Gen Z telah seharusnya mandiri dan juga mencari tahu peluang yang digunakan dimilikinya. Pendapat ini terungkap BINUS Business School juga Marketing Enthusiast Community (MEC) mengadakan talk show “Learn from the Marketers: Unlock The Power of Gen-Z” pada 18 Mei 2024 di dalam BINUS FX Sudirman, Ibukota Selatan.

Kegiatan ini dilakukan di rangka membekali pelajar lalu komunitas umum dengan pengetahuan tentang strategi penawaran yang mana dapat menciptakan kedekatan emosional.

“Didorong oleh keyakinan bahwa experiential marketing memegang kunci masa depan pemasaran untuk market Gen Z, saya envision MEC sebagai pioneer yang mana memberdayakan para marketer untuk menyadari strategi ini bersama-sama,” ucap founder dari MEC, Glenn Karela, CPM (Asia), tentang tujuan diadakannya acara Learn from the Marketers: Unlock The Power of Gen-Z, di keterangannya, Rabu (29/5/2024).

“Acara ini merupakan langkah awal di mewujudkan visi ini, membuka prospek bagi para marketer untuk belajar dengan dari sesama anggota komunitas, lalu shaping the future of marketing, together!” tambahnya.

Peserta juga dapat berkreasi di menciptakan strategi brand activation kreatif dengan masukan dari empat narasumber: Sitaresti Astarini (Head of Business Marketing TikTok Indonesia), Ferry Haryanto (Marketing Director Garudafood), Asep Haekal (Head of Strategy, Integrated Marketing Communication, Transport, and Grab for Business), juga Leovhaty Augusta AHB (Head of Marketing Mamee Double Decker).

“Dari data pada lapangan, makanan itu salah satu pengeluaran bulanan terbesar Gen Z. Nah, saya tidaklah sabar bertemu dengan calon marketer maupun marketer ahli dalam perusahaan F&B untuk bertukar wawasan tentang bagaimana Garudafood bisa saja memanfaatkan insight yang dimaksud untuk promosinya. Terutama, untuk Gen Z,” kata Ferry tentang perasaan beliau diundang sebagai salah satu narasumber acara.

Acara talk show serta seminar ini adalah upaya untuk mewujudkan semangat fostering and empowering society to build the nation dari BINUS University. Salah satunya dengan mencetak lebih besar berbagai entrepreneur serta business leader yang tersebut menyadari permintaan juga preferensi target pasar, diantaranya Gen Z. Sivitas akademika lalu penduduk umum juga dapat berpartisipasi pada Learn from the Marketers: Unlock The Power of Gen-Z.

“Semoga acara ini bisa jadi memberikan semua pemukim kesempatan untuk networking dengan petinggi perusahaan high profile di Indonesia, lalu belajar secara langsung tentang ilmu marketing dari mereka itu agar bisa saja menjalankan perusahaan sendiri dengan sukses,” tutup perwakilan dari BINUS Business School, Aldridge Christian Seubelan, mengenai harapan untuk hasil kerja samanya dengan MEC.

Artikel ini disadur dari Pentingnya Gen Z Mandiri dan Paham dengan Potensi Diri

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *