Internasional

Perekonomian Nasional Dilanda Banyak Masalah, China Didorong Bersikap Transparan

18
×

Perekonomian Nasional Dilanda Banyak Masalah, China Didorong Bersikap Transparan

Sebarkan artikel ini
Perekonomian Nasional Dilanda Banyak Masalah, China Didorong Bersikap Transparan

BEIJING – Planet sudah ada mengetahui bahwa kegiatan ekonomi China sedang dilanda sejumlah masalah. Meledaknya gelembung properti telah lama menggerogoti tabungan rakyat umum, memengaruhi kepercayaan konsumen, merampas sumber pendapatan pemerintah kota, lalu membebani bank dengan utang macet senilai triliunan dolar.

Mengutip dari The Hong Kong Post, Selasa (4/6/2024), seperempat dari Pendapatan Domestik Bruto (PDB) China sekarang berubah jadi rentan. Ditambah lagi dengan peralihan penanaman modal asing pasca-Covid, baik Penyertaan Modal Mancanegara Langsung (FDI) pada sektor maupun penanaman modal bursa dari China, ke pangsa mengalami perkembangan lainnya.

Perdagangan ekspor China juga mengalami perlambatan. Hasil akhirnya terlihat dari keruntuhan pangsa saham China yang mana berkelanjutan, yang menghapus kekayaan penanam modal senilai USD7 triliun sejak 2021.

Selain itu, Amerika Serikat (AS) mengenakan tarif baru yang sangat tinggi pada Mei sesudah itu untuk kendaraan listrik (EV), akumulator canggih, sel surya, baja, aluminium, lalu peralatan medis China.

Kantor berita Al Jazeera melaporkan bahwa tarif akan meningkat dari 25 persen berubah jadi 100 persen untuk EV tahun ini, sehingga total bea masuk berubah menjadi 102,5 persen.

Baterai EV lithium-ion kemudian komponen sel lainnya akan mengalami kenaikan bea masuk dari 7,5 persen berubah jadi 25 persen.

Sel fotovoltaik China, yang tersebut digunakan pada pembuatan panel surya, akan lebih besar mahal di Amerika Serikat oleh sebab itu bea masuk dinaikkan dari 25 persen berubah menjadi 50 persen. Bea masuk berhadapan dengan beberapa mineral penting akan ditingkatkan dari nol bermetamorfosis menjadi 25 persen.

Baik Presiden Joe Biden maupun pesaingnya dari Partai Republik, Donald Trump, setuju bahwa China telah lama menyalahgunakan rezim perdagangan liberal yang tersebut dipandu Organisasi Perdagangan Bumi (WTO).

Selama bertahun-tahun mengalami perkembangan dua digit, Partai Komunis China (CCP) melakukan konfirmasi subsidi berlapis-lapis untuk manufakturnya. Subsidi yang dimaksud tidak ada ringan dikenali oleh sebab itu sistem CCP yang digunakan tidaklah transparan.

Artikel ini disadur dari Perekonomian Nasional Dilanda Banyak Masalah, China Didorong Bersikap Transparan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *