Kesehatan

IDAI soroti dampak buruk polusi udara terhadap bertambah kembang anak

13
×

IDAI soroti dampak buruk polusi udara terhadap bertambah kembang anak

Sebarkan artikel ini
IDAI soroti dampak buruk polusi udara terhadap bertambah kembang anak

DKI Jakarta – Ikatan Dokter Anak Indonesi (IDAI) menyoroti tingginya polusi udara pada Ibukota yang tersebut menyebabkan banyak dampak buruk terhadap langkah-langkah meningkat kembang anak-anak.

“Polusi udara yang dimaksud muncul ke kota-kota besar di antaranya ke Ibukota Indonesia memang sebenarnya sangat memprihatinkan. Atmosfer yang mana seharusnya bersih untuk dihirup dan juga memenuhi paru-paru tiap individu yang dimaksud hidup, apalagi anak-anak itu harus bersih,” kata Dokter Spesialis Penyakit Tropik Anak IDAI DR. Dr. Ari Prayitno, Sp.A (K) pada waktu dihubungi ANTARA di Jakarta, Rabu.

Ari menyayangkan kualitas udara dalam Ibukota Indonesia yang dimaksud menjadi lebih parah menyebabkan munculnya berbagai partikel berbahaya, sehingga meningkatkan risiko individu terkena beraneka macam penyakit.

Misalnya seperti infeksi saluran pernapasan melawan (ISPA) kemudian adanya infeksi lain yang disebabkan oleh masuknya mikroorganisme asing di tubuh berbentuk virus atau baktersi ketika udara sengan kering juga berpolutan tinggi.

Menurut ia infeksi akan semakin parah bila khalayak yang tersebut tinggal pada tempat yang dimaksud memiliki penyakit penyerta seperti asma. Kondisi kesejahteraan juga dapat makin mengalami penurunan bila pihak keluarga ada yang merokok atau rutin memasak di ruangan yang mana tidaklah memiliki ventilasi yang baik.

“Ini tugas kita sama-sama dikarenakan kalau polusi tidak ada diselesaikan maka kesehatan paru-paru kita, teristimewa anak-anak itu akan memburuk. Terlebih paru-paru anak-anak kita itu masih pada tubuh dan juga kembang makanya polusi ini akan berdampak cukup luas pada anak anak kita,” katanya yang dimaksud juga menjabat sebagai Ketua Sektor Organisasi Pengurus Pusat IDAI itu.

Selain itu, kata Ari, polusi udara secara tiada segera juga menjadi salah satu penyebab anak terkena stunting. Mutu udara yang dimaksud buruk akibat polusi rentan menciptakan anak-anak jatuh sakit, sehingga hal ini berdampak pada minat untuk mengonsumsi makanan.

Akibatnya, asupan nutrisi yang tersebut masuk ke pada tubuh berkurang mendadak juga menyebabkan anak kekurangan gizi kronis.

“Apalagi kalau penyakit infeksi, kalau terjadi kronis akan sakit juga. Jadi secara tidaklah dengan segera ada hubungannya, makanya anak yang tinggal pada tempat yang polusinya tinggi itu lebih banyak sederhana terjadi stunting ketimbang tempat yang mana udaranya bersih,” kata Ari.

Laman Organisasi Pemantau Kualitas Udara yang digunakan diperbarui hari ini pada pukul 15.00 Waktu Indonesia Barat menyatakan bahwa tingkat polusi udara ke DKI Jakarta tercatat masuk di kategori sedang.

Organisasi Pemantau Kualitas Udara mencatatkan indeks polusi udara DKI Jakarta berada pada poin 69 dengan tingkat konsentrasi polutan PM 2,5 sebesar 19 mikrogram per meter kubik dan juga nomor ini menunjukkan 3,8 kali lebih lanjut lebih tinggi nilai panduan kualitas udara tahunan Badan Bidang Kesehatan Global (WHO).

 

Artikel ini disadur dari IDAI soroti dampak buruk polusi udara terhadap tumbuh kembang anak

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *