Lifestyle

Jalur Trail dan juga Offroad Area Kaliadem Lereng Gunung Merapi Yogyakarta Diportal, Hal ini Penyebabnya

14
×

Jalur Trail dan juga Offroad Area Kaliadem Lereng Gunung Merapi Yogyakarta Diportal, Hal ini Penyebabnya

Sebarkan artikel ini

Yogyakarta – Dinas Pertanahan serta Tata Ruang Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dengan perangkat desa juga pemerintahan Wilayah Sleman menghentikan akses jalur trail liar dalam kawasan wisata Kaliadem lereng Gunung Merapi awal pekan ini. Penutupan akses itu dikerjakan dengan pemasangan portal lalu papan nama Tanah Kalurahan di Bunker Kaliadem. 

Penutupan jalur trail liar ini untuk menghurangi prospek dampak kerusakan lingkungan akibat kegiatan track motor kemudian offroad yang mana marak dalam seputar Bunker Merapi Kaliadem yang mana berada di dalam wilayah Desa Kepuharjo juga Umbulharjo, Kecamatan Cangkringan Sleman.

“(Penutupan jalur trail Kaliadem) ini upaya pencegahan terhadap kehancuran Tanah Kalurahan yang digunakan digunakan untuk kegiatan motorcross,” kata Kepala Dinas Pertanahan lalu Tata Ruang DIY, Adi Bayu Kristanto pada Selasa, 25 Juni 2024.

Peraturan Gubernur 

Penutupan jalur ilegal ini menjadi aksi terhadap penyelenggaraan Peraturan Kepala daerah DIY Nomor 24 Tahun 2024 tentang Pemanfaatan Tanah Kalurahan. Hal ini juga implementasi amanat dari Undang-Undang Lingkungan yang dilaksanakan oleh Kasultanan Yogyakarrta, pada hal ini Bebadan Pangrekso Loka Karaton Ngayogyakarta Hadiningrat.

Ke depan, kata Bayu, Pemda DIY juga akan melakukan hal mirip untuk pengawasan terhadap Tanah Kalurahan.

“Di wilayah yang dimaksud lain kami juga akan melakukan penertiban,” kata dia.

Jalur ilegal trail kemudian offroad ke Kaliadem lereng Gunung Merapi, Yogyakarta. Dok.istimewa

Lahan Pertanian untuk Pakan Ternak

Lurah Kepuharjo, Heri Suprapto menuturkan awal mula penutupan ini dikerjakan setelahnya mendapat informasi dari warga terkait kegiatan offroad motor berubah jadi jalur track offroad. Kemudian, Kalurahan berkoordinasi dengan Kasultanan Yogyakarta untuk melaksanakan perbuatan lanjut supaya tidaklah digunakan untuk offroad motor. 

Pemasangan portal serta papan informasi itu untuk menegaskan bahwa area itu merupakan Tanah Kalurahan juga segala pemanfaatan di luar pertanian harus mendapat izin Kasultanan Yogyakarta pasca ijin diajukan pihak Kalurahan.

“Area yang digunakan untuk offroad selama ini lahan pertanian dari Kalurahan, merupakan lahan yang dipakai untuk memberi khasiat untuk masyarakat, yaitu berbentuk flora yang mengupayakan bidang usaha peternakan,” kata dia.

Salah satu kegiatan kegiatan ekonomi utama rakyat pada Kalurahan Kepuharjo adalah peternakan. Dan peternakan membutuhkan bank pakan yang digunakan cukup luas.

Antisipasi Kerusakan Lingkungan

Selain itu, pemasangan portal lalu papan nama dijalankan sebagai antisipasi terkait kerusakan lingkungan lereng Merapi. 

“Selain jadi lahan yang tersebut lebih tinggi terbuka, berikutnya hewan-hewan endemik disini seperti kera juga sebagainya itu banyak turun juga mungkin saja juga akan terganggu,” kata dia.

Menurut Heri, selama ini kegiatan track motor offroad tidaklah mampu terkontrol dengan baik oleh Kaluruhan. Hal ini disebabkan dikarenakan kegiatan offroad yang dimaksud insidental serta terbukanya pintu masuk/akses masuk yang banyak.

“Daya tarik utamanya ke area itu adalah tanjakan-tanjakannya,” kata dia.

Heri menjelaskan sebetulnya area itu juga kawasan terdampak segera ataupun kawasan rawan bencana erupsi Gunung Merapi. Itu sebabnya kawasan di Kaliadem itu tiada dapat dimanfaatkan untuk selain yang digunakan diatur pada tata ruang. 

PRIBADI WICAKSONO

Artikel ini disadur dari Jalur Trail dan Offroad Area Kaliadem Lereng Gunung Merapi Yogyakarta Diportal, Ini Penyebabnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *