Lifestyle

Kemenparekraf kenalkan kegiatan pembiayaan berbasis IP untuk kreator

16
×

Kemenparekraf kenalkan kegiatan pembiayaan berbasis IP untuk kreator

Sebarkan artikel ini
Kemenparekraf kenalkan kegiatan pembiayaan berbasis IP untuk kreator

DKI Jakarta – Kementerian Peluang Usaha Pariwisata serta Kondisi Keuangan Kreatif memperkenalkan acara Potensial Pendanaan Berbasis IP (Intellectual Property) terhadap kreator konten demi menyokong metamorfosis konten kreatif juga mempercepat penyaluran pembiayaan berbasis kekayaan intelektual untuk pelaku bidang usaha pariwisata serta perekonomian kreatif.

Direktur Akses Biaya Kemenparekraf Anggara Hayun Anujuprana di keterangannya pada Jakarta, Selasa, menjelaskan hampir 90 persen pelaku usaha sektor ekonomi kreatif Nusantara belum mempunyai pemeliharaan IP.

IP dinilai sebagai pengungkit dunia usaha kreatif yang dimaksud mampu menjadikan Negara Indonesia negara forward apabila dunia usaha kreatif mendapat perhatian dari pemerintah.

"Oleh akibat itu, kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman terhadap pemilik IP pemula berhadapan dengan pentingnya komersialisasi IP yang dimiliki, memberikan pengetahuan juga pemahaman teknis berhadapan dengan komersialisasi IP, mengidentifikasi kendala yang dimaksud dialami oleh pemilik IP pemula, serta membantu pemilik IP di mengembangkan dan juga memanfaatkan IP untuk mendapatkan pembiayaan," ujar Hayun.

Inisiatif Kemungkinan Biaya Berbasis IP sejalan dengan Peraturan pemerintahan Nomor 24 Tahun 2022 tentang Peraturan Pelaksana Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2019 tentang Perekonomian Kreatif, yang dimaksud menitikberatkan pada pembiayaan berbasis IP. Proyek yang dimaksud menyediakan jaringan edukasi bagi pelaku perekonomian kreatif yang dimaksud miliki IP untuk meningkatkan pemahaman dan juga pemanfaatan IP sebagai modal pada pengembangan bidang usaha mereka.

Ketua Pokja Modal Ventura serta Modal Spesifik Kemenparekraf Togar Sibarani mengutarakan bahwa acara Modal Berbasis IP untuk pelaku usaha pariwisata dan juga kegiatan ekonomi kreatif bertujuan untuk menghubungkan pelaku perniagaan pariwisata lalu kegiatan ekonomi kreatif satu di antaranya pemilik IP pemula dengan pemilik IP yang digunakan sudah ada komersil.

"Bisnis kreatif berbasis IP telah lama meningkat signifikan pada beberapa tahun terakhir yang mana didorong oleh dua sektor bidang yaitu lisensi IP kemudian media hiburan," kata Togar.

Pembaruan bidang usaha IP ke Indonesia, kata Togar, disebabkan oleh sistem ekologi digital Indonesi yang mulai meningkat, seperti pengguna sosial media yang dimaksud mencapai 191 juta, kemudian 63 persen diantara merek merupakan generasi millennial juga Gen Z. Pada 2025, diperkirakan pangsa lingkungan ekonomi lisensi IP di Negara Indonesia mencapai 7 miliar dolar Amerika Serikat kemudian media hiburan mencapai 17,3 miliar dolar AS.

IP tak sanggup diabaikan pada pendaftaran Hak Kekayaan Intelektual (HAKI). IP dapat digunakan sebagai jaminan untuk mendapatkan pinjaman dari perbankan sehingga berisiko besar sebagai prospek usaha.

Ketekunan adalah kunci pada merancang usaha IP serta keberhasilan industri itu sangat dipengaruhi oleh dua peran penting: pemukim kreatif juga khalayak kegiatan bisnis yang digunakan kreatif.

Kepala Dinas Kebudayaan serta Wisata Pusat Kota Bandung Arif Syaifudin mengutarakan IP memiliki peranan penting pada meningkatkan nilai tambah sebuah karya. Sebagai aset tak benda, IP dapat dijadikan sebagai pendapatan jangka panjang serta peningkatan berkelanjutan untuk para pelaku perekonomian kreatif.

Artikel ini disadur dari Kemenparekraf kenalkan program pembiayaan berbasis IP kepada kreator

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *