Lifestyle

Menikmati Kulon Progo dari Puncak Widosari kemudian kebun teh Tritis

14
×

Menikmati Kulon Progo dari Puncak Widosari kemudian kebun teh Tritis

Sebarkan artikel ini
Menikmati Kulon Progo dari Puncak Widosari kemudian kebun teh Tritis

Ibukota – Saat berwisata ke Daerah Kulon Progo, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, Puncak Widosari dan kebun teh Tritis bisa berubah jadi pilihan tempat untuk menikmati pemandangan alam.

Puncak Widosari di area Ngargosari, Kecamatan Samigaluh, berada sekitar 44 kilometer dari Yogyakarta International Airport.

Pelancong bisa jadi mengendarai mobil pribadi atau menyewa mobil khusus dengan ongkos sekitar Rp350.000 per mobil yang dapat diisi maksimal tujuh pemukim untuk menuju ke Puncak Widosari.

Apabila kendaraan pribadi tiada memungkinkan digunakan untuk melalui jalan menanjak, biro layanan perjalanan menyarankan pelancong menyewa mobil khusus yang dimaksud aman dikendarai menyeberangi jalanan yang mana berkelok juga menanjak menuju ke tempat wisata alam tersebut.

Sesampai di area Puncak Widosari, pelancong harus membeli tiket masuk seharga Rp6.000 per pendatang pada prasarana pelayanan yang dimaksud juga mencakup toilet, musholla, lalu warung.

Untuk mencapai menghadapi bukit, pengunjung harus menyiapkan tenaga untuk menaiki 216 anak tangga. Jalur pendakian sudah tertata rapi serta diberi pagar pembatas pada kedua sisi sehingga aman untuk dilalui.

Area masuk Puncak Widosari, Kulon Progo, DI Yogyakarta. ANTARA/Fitra Ashari/aa.

Rasa lelah ​​​​setelah mendaki ke puncak rasanya terbayar pasca menyaksikan pemandangan perbukitan hijau sambil menikmati embusan angin sepoi-sepoi.

Properti seperti bangku dan juga papan dengan tulisan Puncak Widosari disediakan pada area puncak bagi pengunjung yang ingin berfoto di sana.

Menurut pemandu wisata Puncak Widosari Heri, Puncak Widosari semula bernama Widowati, seperti nama selir penguasa Gunung Merapi yang ditempatkan di Gunung Menoreh bagian utara.

Setelah Ngargosari berubah jadi satu kelurahan dengan Ngaliyan, area puncak bukit ini disebut Puncak Widosari.

Di Puncak Widosari, ada batu besar yang jikalau dilihat dari barat tampak seperti wajah manusia lengkap dengan siluet mata, hidung, kemudian mulut, lalu flora hijau dalam puncak bukit terlihat seperti rambutnya.

Kebun Teh Tritis

Sekitar dua kilometer dari Puncak Widosari, ada Kebun Teh Tritis. Kebun teh dalam desa wisata Nglinggo ini menawarkan pemandangan kebun teh kemudian kesempatan memetik daun teh bersatu para pemetik teh.
 

Pemetik teh Mbah Pur memperlihatkan cara memetik teh dalam Kebun Teh Tritis, Kulon Progo, DI Yogyakarta. ANTARA/Fitra Ashari/aa.

  Mbah Pur, orang pemetik daun teh ke Kebun Teh Tritis, mengajarkan cara memilih daun teh yang tersebut mampu dijadikan teh kemudian cara memetik daun teh untuk pengunjung kebun teh.

​​​​​​Pengunjung juga mampu menggunakan keranjang juga memakai caping untuk merasakan pengalaman menjadi pemetik daun teh.

Mbah Pur pada sehari sanggup mengakumulasi satu sampai tiga kilogram daun teh di satu pembukaan pemetikan. Daun teh yang dimaksud sudah ada dipetik selanjutnya akan disangrai menggunakan kuali di tungku kayu bakar.

Daun teh harus disangrai sampai kering selama sekitar tujuh jam atau satu hari agar bisa jadi diseduh.

Mbah Pur juga jual teh kering di kemasan. Dia menawarkan teh buatannya kepada pengunjung Kebun Teh Tritis dengan nilai Rp12 ribu per bungkus.

Warga sekitar Kebun Teh Tritis biasa menikmati teh bersama potongan gula jawa, menggigit potongan gula setelah itu menyeruput seduhan teh yang digunakan terasa sepat.

Teh di kemasan pada Kebun Teh Tritis, Kulon Progo, DI Yogyakarta. ANTARA/Fitra Ashari/aa.

Mbah Pur juga memetik daun teh yang mana masih kuncup, yang biasa disebut teh putih. Satu bungkus teh putih seberat 30 gram dijual dengan harga jual Rp100 ribu.

Harga teh putih lebih lanjut mahal oleh sebab itu pemetikan daunnya harus dilakukan saat matahari belum terbit. Selain itu, teh putih diyakini mendatangkan khasiat baik untuk kesehatan.

Sawah Aking

Selain area puncak bukit juga kebun teh, Sawah Aking pada wilayah Pengasih dapat jadi pilihan tempat untuk menyaksikan keindahan alam Kulon Progo.

Pemandangan persawahan dengan sistem terasiring bisa disaksikan sambil menikmati semilir angin kemudian hidangan siang atau sore di wilayah itu.

 

Pemandangan sawah Aking ke Pengasihan, Kulon Progo, DI Yogyakarta. ANTARA/Fitra Ashari/aa.

 

Tumpeng ingkung khas penduduk Pengasihan, Kulon Progo, DI Yogyakarta. ANTARA/Fitra Ashari/aa.

Hidangan yang mana disajikan di wilayah persawahan Aking di Pengasih antara lain tumpeng ingkung, yang tersebut biasanya disajikan semasa panen sebagai ungkapan syukur untuk Tuhan.

Tumpeng ingkung antara lain meliputi nasi tumpeng, ingkung ayam utuh, botok kelapa, telur pindang, tahu bacem, lalu sayur rebus.

Artikel ini disadur dari Menikmati Kulon Progo dari Puncak Widosari dan kebun teh Tritis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *