Ekonomi Bisnis

RUPSLB Provident Pengembangan Usaha setujui rencana “buyback” 162 jt saham

9
×

RUPSLB Provident Pengembangan Usaha setujui rencana “buyback” 162 jt saham

Sebarkan artikel ini
RUPSLB Provident Penguraian Usaha setujui rencana “buyback” 162 jt saham

Rencana buyback saham PALM didasari berhadapan dengan tempat arus kas juga aset perseroan yang masih berada ke level cukup kuat

Jakarta – Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) PT Provident Pengembangan Usaha Bersama Tbk (kode saham: PALM) pada Rabu menyetujui rencana pembelian kembali (buyback) saham maksimal 162 jt lembar saham

Jumlah yang dimaksud setara dengan 1,03 persen dari modal ditempatkan dan juga disetor penuh pada perseroan. Buyback akan dilaksanakan secara bertahap, paling lama 12 bulan sejak disetujuinya RUPSLB pada Rabu, terhitung sejak 26 Juni 2024-25 Juni 2025.

“Rencana buyback saham PALM didasari melawan tempat arus kas dan juga aset perseroan yang masih berada di dalam level cukup kuat, melebihi jumlah keseluruhan yang diperlukan untuk pembelian kembali saham perseroan,” kata Presiden Direktur PALM Tri Boewono di keterangannya ke Jakarta, Rabu.

Lebih lanjut, Tri menyatakan bahwa buyback ini bertujuan untuk meningkatkan kinerja saham PALM agar menjadi lebih banyak stabil, memberikan fleksibilitas yang mana lebih besar besar pada mengatur modal jangka panjang, mencapai susunan permodalan yang tersebut lebih lanjut efisien, juga memberikan imbal hasil (return) untuk pemegang saham secara berkelanjutan.

Hingga kuartal I 2024, PALM mempertahankan arus kas yang tersebut kuat di dalam mana kas serta setara kas tercatat Rp141,48 miliar. Adapun total aset perseroan pada periode yang tersebut sejenis sudah mencapai Rp7,65 triliun.

Terdapat tiga sektor utama yang tersebut berubah jadi fokus PALM antara lain sumber daya alam; teknologi, media dan juga telekomunikasi; juga logistik. Hal ini, menurut perseroan, juga diperkuat dengan masih adanya limit dari Penawaran Umum Berkelanjutan Obligasi Berkelanjutan II PALM.

”Per kuartal I 2024, kami masih miliki limit dari Penawaran Umum Berkelanjutan Obligasi Berkelanjutan II sebesar Rp4,17 triliun, yang dimaksud dapat diterbitkan sewaktu-waktu sampai dengan kuartal IV 2025,” kata Direktur Penyertaan Modal kemudian Portofolio PALM Ellen Kartika.

Pada periode tiga bulan pertama tahun ini, perseroan telah dilakukan menerbitkan satu kali Obligasi Berkelanjutan II Provident Penanaman Modal Bersama Tahap II dengan jumlah keseluruhan pokok obligasi sebesar Rp675,09 miliar.

Sebelumnya pada 2023, perseroan telah lama menerbitkan Penawaran Umum Berkelanjutan Obligasi Berkelanjutan I Provident Pengembangan Usaha Bersama untuk tahap pertama kemudian kedua dengan jumlah keseluruhan pokok obligasi setiap-tiap sebesar Rp750 miliar.

Kemudian di tahun yang tersebut sama, perseroan menerbitkan Penawaran Umum Berkelanjutan Obligasi Berkelanjutan II Provident Penyertaan Modal Bersama Tahap I Tahun 2023 sebesar Rp157,83 miliar.

Selain menerbitkan Obligasi, PALM juga telah dilakukan menyelesaikan Penawaran Umum Terbatas melalui mekanisme Penambahan Modal dengan Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu II (PMHMETD II) atau Rights Issue pada 4 April 2024.

Melalui Rights Issue itu, PALM telah terjadi menerbitkan saham baru berjumlah 8,65 miliar saham dengan harga jual penyelenggaraan sebesar Rp418/lembar. Dengan demikian, jumlah total dana yang digunakan diperoleh perseroan melalui Rights Issue yang disebutkan mencapai Rp3,61 triliun.

Sebanyak Rp3,61 triliun dari hasil PMHMETD II PALM sudah pernah digunakan untuk penyertaan menghadapi saham baru yang mana telah terjadi dikeluarkan oleh PT Alam Permai (AP), entitas anak perseroan, untuk meningkatkan investasi. Sementara sisa dana PMHMETD II telah lama digunakan untuk modal kerja di rangka membiayai beban operasional PALM.

Beberapa aksi korporasi lain juga berada dalam direalisasikan oleh PALM ke tahun ini satu di antaranya kegiatan material dalam bentuk penandatanganan Perjanjian Amendemen serta Pernyataan Kembali melawan Perjanjian Fasilitas Kredit Bergulir yang tersebut diberikan oleh United Overseas Bank Limited terhadap Perseroan pada 30 Mei 2024, di mana prasarana dinaikkan dari 75 jt dolar Amerika Serikat berubah menjadi 135 jt jt dolar AS

Melalui entitas anak perseroan, yakni PT Suwarna Arta Mandiri (SAM), PALM juga berencana untuk melakukan Penawaran Tender Sukarela terhadap perusahaan sasaran yaitu PT Mega Manunggal Property Tbk (MMLP) sebanyak-banyaknya 2,77 miliar saham dengan tarif Penawaran Tender Sukarela sebesar Rp350/lembar. Sehingga nilai total dari Penawaran Tender Sukarela ini maksimal Rp969,30 miliar.

“Sejumlah aksi korporasi yang digunakan perseroan lakukan ini selain untuk menambah permodalan, juga untuk pengembangan bidang usaha sehingga diharapkan akan berdampak positif bagi kinerja keuangan perseroan,” tutup Ellen.

Artikel ini disadur dari RUPSLB Provident Investasi setujui rencana “buyback” 162 juta saham

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *