Ekonomi Bisnis

RUPST Harita Nickel setuju bagikan dividen Rp1,6 triliun

13
×

RUPST Harita Nickel setuju bagikan dividen Rp1,6 triliun

Sebarkan artikel ini
RUPST Harita Nickel setuju bagikan dividen Rp1,6 triliun

Kami akan terus mempertahankan tempat keuangan yang dimaksud baik lalu kuat untuk mengantisipasi keinginan modal kerja ke depan.

Jakarta –

Perusahaan pertambangan kemudian pemrosesan nikel PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL) atau Harita Nickel pada Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) menetapkan pembagian dividen tunai sebesar 30 persen atau sekitar Rp1,6 triliun untuk tahun buku 2023.

"Perseroan menetapkan pembagian dividen tunai sebesar 30 persen atau sekitar Rupiah 1,6 triliun," ujar Direktur Utama Harita Nickel Roy Arman Arfandy pada Paparan Publik dalam Sheraton Grand DKI Jakarta Gandaria City Hotel, Jakarta, Kamis.

Roy menegaskan pentingnya ekspansi strategis di menghadapi tantangan global, juga berjanji terus melakukan penanaman modal yang tersebut bijaksana serta mengembangkan prasarana produksi yang mana dapat meningkatkan ukuran lalu nilai tambah dari barang yang dimaksud dihasilkan.

"Kami akan terus melindungi sikap keuangan yang dimaksud sehat walafiat serta kuat untuk mengantisipasi keinginan modal kerja ke depan," ujar Roy.

Ia menjelaskan, produksi tambang berasal dari dua tambang yang dimaksud sudah beroperasi yaitu PT. TBP dan juga PT. GPS, yang mana mana tiga tambang lainnya yaitu PT. JMP, PT. OAM dan juga PT. GTS masih pada tahap eksplorasi ketika ini.

"Proyek konstruksi infrastruktur HPAL (ONC) juga menunjukkan perkembangan signifikan," ujar Roy.

Ia melanjutkan, jalur produksi pertama dari sarana HPAL kedua ini (ONC) sudah pernah mencapai kapasitas produksi penuh pada akhir Mei 2024, yang mana mana jalur produksi kedua mulai beroperasi pada Juni 2024, sementara jalur ketiga dijadwalkan mulai beroperasi pada Agustus 2024.

Kemudian, perseroan dengan dengan mitra strategisnya juga sudah mendirikan dua perusahaan baru, yaitu PT Bhakti Bumi Sentosa (BBS) lalu PT Cipta Kemakmuran Mitra (CKM).

PT BBS bertujuan untuk menghurangi limbah dari produksi HPAL dengan cara daur ulang sekaligus menciptakan barang bernilai tambah dari limbah, sedangkan PT CKM bertujuan untuk memproduksi limestone menjadi quicklime untuk menekan biaya produksi dari prasarana HPAL.

Sepanjang tahun 2023, perseroan membukukan pendapatan sebesar Mata Uang Rupiah 23,86 triliun, atau meningkat 149,4 persen year on year (yoy) dibandingkan tahun sebelumnya.

Selain itu, perseroan juga mencatatkan laba tahun buku 2023 yang digunakan dapat diatribusikan untuk pemilik entitas induk perseroan sebesar Mata Uang Rupiah 5,62 triliun, atau meningkat 20,4 persen (yoy) dibandingkan tahun sebelumnya.

Artikel ini disadur dari RUPST Harita Nickel sepakat bagikan dividen Rp1,6 triliun

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *