Ekonomi Bisnis

Bahlil: BASF dan juga Eramet tunda pembangunan ekonomi penyimpan daya di dalam Maluku Utara

10
×

Bahlil: BASF dan juga Eramet tunda pembangunan ekonomi penyimpan daya di dalam Maluku Utara

Sebarkan artikel ini
Bahlil: BASF serta juga Eramet tunda pembangunan kegiatan ekonomi penyimpan daya di di Maluku Utara

Ibukota – Menteri Investasi/Kepala Badan Sinkronisasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan bahwa dua perusahaan besar ke Eropa, yakni BASF selama Jerman lalu Eramet dari Prancis, menunda rencana pembangunan ekonomi pada proyek Sonic Bay ke Maluku Utara.

"Kemarin saya baru dapat kabar itu. Sementara (investasinya) tidak dicabut, tapi dipending sementara," kata Bahlil ke sela Pelantikan Pengurus Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Asosiasi Pengusaha Jasa Boga (APJI) periode 2024 -2029 dalam Jakarta, Kamis malam.

Bahlil juga membantah adanya isu yang mana menyatakan bahwa BASF juga Eramet batal melakukan penanaman modal senilai 2,6 miliar dolar Amerika Serikat pada proyek pabrik material baku sel kendaraan listrik di Weda Bay, Halmahera Tengah, Maluku Utara.

Dia mengaku bahwa pihaknya ketika ini sedang berbicara terhadap kedua perusahaan tersebut.

Menurutnya, kedua perusahaan yang dimaksud tidak membatalkan, tetapi cuma menunda investasinya pada Tanah Air akibat turunnya pangsa transaksi jual beli mobil listrik di dalam Eropa.

"Karena daya beli komunitas terhadap EV (electric vehicle) mobil listrik pada Eropa lagi turun. Jadi, pasarnya pun sekarang lagi turun sebab kompetisi dengan mobil-mobil dari negara lain," kata Bahlil.

Bahkan, menurut Bahlil, penurunan lingkungan ekonomi jualan mobil listrik bukanlah hanya sekali terjadi dalam Eropa, juga berjalan di dalam AS.

"Dan Amerika juga sekarang lagi lesu pasarnya. Oleh dikarenakan lagi lesu, maka permintaan terhadap baterainya itu berkurang," ungkap Bahlil.

Ia juga memverifikasi bahwa hingga ketika ini kedua perusahaan raksasa yang disebutkan belum mencabut rencana investasinya ke Indonesia.

"Oh nggak (mereka belum mencabut), kita masih di negosiasi pada pembicaraan," katanya.

Lebih lanjut Bahlil menambahkan, tak ada kegelisahan terhadap pemodal asing lainnya akibat dua perusahaan yang dimaksud melakukan penundaan investasi.

"Ini cuma persoalan komoditas mobil listriknya di dalam Eropa sebanding Amerika aja yang digunakan turun. (Kalau) semuanya jalan kok, Korea, Jepang, China nggak ada masalah, nggak ada isu," kata Bahlil.

Artikel ini disadur dari Bahlil: BASF dan Eramet tunda investasi baterai di Maluku Utara

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *