Ekonomi Bisnis

Bea Cukai Makasar asistensi UMKM berorietasi ekspor 

16
×

Bea Cukai Makasar asistensi UMKM berorietasi ekspor 

Sebarkan artikel ini
Bea Cukai Makasar asistensi UMKM berorietasi ekspor 

Sebagaimana kita ketahui bersama, ketika ini kegiatan ekspor masih berubah menjadi salah satu sumber devisa

Makassar – Kantor Bea Cukai Makassar sebagai bagian Grup Kerja (Pokja) Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Perwakilan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Satu, Provinsi Sulawesi Selatan, membuka kelas asistensi kegiatan kolaboratif di meningkatkan keterampilan dan juga pengetahuan bagi pelaku UMKM yang dimaksud berorientasi ekspor.

"Kelas asistensi ini merupakan bentuk komitmen kami pada menjalankan fungsinya sebagai 'Industrial Assistance' untuk turut dan juga membantu dan juga memberikan asistensi pengembangan sektor di negeri dari sektor Kepabeanan," kata Kepala Kantor Bea Cukai Makassar, Ade Irawan, di Balai Diklat Keuangan Makassar, Kamis.

Rencana UMKM Perwakilan Kemenkeu Satu, Sulsel yang dimaksud juga melibatkan Bank Negara Indonesi (BNI) Wilayah 07 Unit Xpora Makassar. Kelas asistensi bersatu Kemenkeu Satu ini bagi UMKM yang berorientasi ekspor diinisiasi Bea Cukai Makassar serta merupakan kegiatan berkelanjutan dari acara sinergi data, sinergi asistensi dorong peningkatan UMKM Go Export.

Proyek kolaborasi ini, kata Ade, bertujuan untuk mempersiapkan UMKM memasuki lingkungan ekonomi global yang dimaksud dikemas di bimbingan teknis kelas asistensi sama-sama Kemenkeu Satu untuk UMKM agar sanggup menembus lingkungan ekonomi luar negeri.

"Sebagaimana kita ketahui bersama, ketika ini kegiatan ekspor masih bermetamorfosis menjadi salah satu sumber devisa. Dan proses industri UMKM merupakan salah satu pendorong Pemulihan Perekonomian Masional (PEN) yang tersebut efektif," paparnya.

Kerjasama yang diinisiasi oleh Bea Cukai Makassar ini, kata dia, menjadi pilar penting di mengupayakan UMKM Negara Indonesia untuk mengambil langkah besar pada ekspor. Selain itu, kolaborasi pemerintah juga sektor perbankan sangat penting untuk menguatkan daya saing UMKM dalam bursa global.

"Ini lantaran dukungan penguatan kapasitas dan juga peningkatan akses lingkungan ekonomi kita dapat lebih besar siap juga mampu bersaing pada lingkup skala Internasional," katanya optimistis.

Rencana ini diharapkan tak hanya sekali memberikan kegunaan segera serta motivasi bagi kontestan untuk go export, tetapi meningkatkan sumbangan UMKM terhadap perekonomian ke wilayah Sulsel dan juga nasional melalui ekspansi bursa internasional.

Acara kelas asistensi yang disebutkan disertai 50 partisipan terdiri dari gabungan UMKM Binaan Pokja Kemenkeu Satu dengan Pemprov Sulsel selanjutnya dibagi bermetamorfosis menjadi dua kelas. Kelas pembelajaran ini juga menghadirkan pengajar-pengajar profesional dan juga kompeten dibidangnya.

Pengajar berasal dari beberapa Unit Eselon 1 Kementerian Keuangan (DJBC, DJP, DJKN), dari Pemprov Sulsel di hal ini Dinas Pertambangan serta Perdagangan, Dinas Koperasi juga UKM dan juga praktisi industri PT BNI.

"Kelas Asistensi ini sebagai wadah untuk berkonsultasi, berbagi pengetahuan kemudian memberikan pemahaman tentang prosedur ekspor, regulasi perdagangan internasional, manajemen risiko, pengelolaan keuangan perusahaan, pemahaman mengenai lelang online dan juga strategi pemasaran item pada pangsa global," tutur Ade menambahkan.

Artikel ini disadur dari Bea Cukai Makasar asistensi UMKM berorietasi ekspor 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *