Ekonomi Bisnis

Menko Airlangga bahas potensi kerja identik dengan parlemen Thailand

14
×

Menko Airlangga bahas potensi kerja identik dengan parlemen Thailand

Sebarkan artikel ini
Menko Airlangga bahas prospek kerja identik dengan parlemen Thailand

Ibukota – Menteri Koordinator Sektor Perekonomian Airlangga Hartarto menerima delegasi parlemen Thailand yang tersebut berkunjung melakukan studi banding terkait pengembangan kendaraan listrik, juga mengkaji kesempatan kerja serupa Negara Indonesia lalu Thailand.
 
“Di ASEAN, apabila Tanah Air juga Thailand bekerja sama, saya pikir banyak hal yang mana bisa jadi kita capai untuk ASEAN kita,” kata Airlangga Hartarto di pernyataannya di Jakarta, Kamis.

Kepada delegasi Thailand tersebut, ia menuturkan bahwa terdapat prospek kerja sebanding Indonesi serta Thailand di rantai pengembangan kendaraan listrik, mengingat Negara Indonesia memiliki beragam mineral kritis yang digunakan diperlukan untuk mengembangkan barang tersebut, seperti nikel, tembaga, kobalt, dan juga aluminium.

Ia pun menyatakan bahwa pemerintah Negara Indonesia telah dilakukan meluncurkan Peta Jalan Making Indonesia 4.0. yang digunakan berfokus pada pengelolaan dan juga pemanfaatan mineral kritis untuk bidang manufaktur.

Tidak cuma di bidang manufaktur, Airlangga juga menyampaikan bahwa kedua negara memiliki prospek kolaborasi di mewujudkan swasembada energi pada kawasan Asia Tenggara.

Tanah Air sebagai salah satu produsen crude palm oil (CPO) atau minyak sawit terbesar di bola sedang mengembangkan komoditas yang disebutkan berubah menjadi biodiesel 35.

Sementara itu, Thailand sebagai salah satu produsen utama komoditas gula dapat mengembangkan sisa pengolahan bidang gula bermetamorfosis menjadi etanol, yang digunakan juga dapat menjadi kesempatan kerja serupa lain antara kedua negara.

“Kita harus melakukan penanaman modal yang tersebut meningkatkan swasembada energi dalam negara-negara ASEAN. Dan saya pikir itu penting untuk sektor ini,” ucap Airlangga.

Dalam kesempatan tersebut, ia juga menuturkan upaya pemerintah Indonesi untuk meningkatkan digitalisasi di dalam negara-negara ASEAN.

Di bawah kepemimpinan Indonesi pada Keketuaan ASEAN 2023, telah terjadi diperkenalkan Perjanjian Kerangka Kondisi Keuangan Digital (Digital Economy Framework Agreement/DEFA) yang dimaksud diharapkan dapat memudahkan pada bertransaksi antarnegara kemudian meningkatkan perekonomian ASEAN hingga 2 triliun dolar AS.

“Jadi, dengan semangat ASEAN, kita ingin lebih lanjut mengintegrasikan antarmanusia dan juga menjalin hubungan kegiatan ekonomi antara negara-negara ASEAN,” kata  Airlangga.
 

Artikel ini disadur dari Menko Airlangga bahas peluang kerja sama dengan parlemen Thailand

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *