Uncategorized

Ekosistem Inovasi Nasional dalam Indonesi Belum Terbangun Baik

14
×

Ekosistem Inovasi Nasional dalam Indonesi Belum Terbangun Baik

Sebarkan artikel ini
Ekosistem Inovasi Nasional pada Indonesi Belum Terbangun Baik

JAKARTA – Rendahnya penguasaan sains juga teknologi pada Indonesia pada waktu ini dikarenakan belum terciptanya biosfer pengembangan nasional yang tersebut kondusif, baik itu aspek regulasi, tata kelola, alokasi sumberdaya maupun pengaturan kelembagaan. Padahal sains lalu teknologi merupakan kunci utama untuk mentransformasikan diri dari perekonomian berbasis ekstraktif, pertanian tradisional, dan juga manufaktur konvensional menuju dunia usaha berbasis sains dan juga teknologi (knowledge based economy).

Demikianlah dikatakan Ketua Aliansi Kebangsaan Pontjo Sutowo di FGD bertema ‘Peta Jalan Perkuatan Bumi Usaha di Penguraian Perekonomian Berbasis Pengetahuan (Knowledge Based Economy)’, Hari Jumat (28/6/2024). Dia menjelaskan, pada laporan Angka Inovasi Global (Global Inovation Index) tahun 2023 yang digunakan dirilis oleh World Intellectual Property Organization (WIPO) pada November 2023, Nusantara masih berada pada peringkat 61 dari 132 negara pada dunia. Dengan kapasitas penguasaan sains serta teknologi seperti itu, rasanya sulit bagi Tanah Air untuk menumbuhkan kemandirian serta kemakmuran kegiatan ekonomi secara berkelanjutan, juga daya saing di percaturan global.

“Sehingga Indonesi penting meningkatkan kapasitas sains kemudian teknologinya dan juga berkontribusi memajukan perekonomian. Karena hanya saja dengan pemanfaatan sains kemudian teknologi yang dimaksud maksimal, visi perubahan sektor ekonomi ekstraktif berubah menjadi dunia usaha berbasis pengetahuan dapat tercapai,” kata Pontjo.

Dia mengungkapkan, di era perkembangan sains dan juga teknologi yang mana sangat pesat dewasa ini, peluang sumber daya alam yang dimiliki sebuah negara bukan menjamin keberhasilan pada menumbuhkan dan juga mengembangkan ekonominya secara berkelanjutan. Terbukti, negara-negara yang digunakan mengembangkan ekonomi berbasis sains serta teknologi, memiliki tingkat keberhasilan yang mana membesar untuk menumbuhkembangkan sektor ekonomi nasionalnya yang mana berkelanjutan.

“Negara-negara yang tersebut telah lama menjalankan kegiatan ekonomi berbasis sains lalu teknologi, seperti negara-negara Eropa pada umumnya dan juga beberapa negara Asia seperti Cina, Jepang, Korea Selatan, kemudian Taiwan ternyata lebih tinggi mampu mensejahterakan rakyatnya daripada negara-negara yang semata-mata bersandar pada kekayaan sumberdaya alam,” kata Pontjo.

Artikel ini disadur dari Ekosistem Inovasi Nasional di Indonesia Belum Terbangun Baik

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *