Uncategorized

Inovatif di Pembangunan Keluarga, Pemkot Semarang Raih Penghargaan dari BKKBN

16
×

Inovatif di Pembangunan Keluarga, Pemkot Semarang Raih Penghargaan dari BKKBN

Sebarkan artikel ini
Inovatif ke Pembangunan Keluarga, Pemkot Semarang Raih Penghargaan dari BKKBN

KOTA SEMARANG – eksekutif Pusat Kota (Pemkot) Semarang kembali menuai penghargaan. Kali ini penghargaan dari Badan Kependudukan kemudian Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) RIuntukPemkot Semarang sebagai Daerah Terinovasi di Pembangunan Keluarga 2024.

Penghargaan diberikan berhadapan dengan prestasi kemudian komitmen Pemkot Semarang pada kegiatan perkembangan keluarga, kependudukan serta keluarga berencana. Tak semata-mata itu, kota Semarang dinilai berhasil pada percepatan penurunan stunting lalu mewujudkan keluarga berkualitas menuju Nusantara Emas 2045.

Menteri Koordinator Sektor Pembangunan Manusia lalu Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy lalu Kepala BKKBN RI, Hasto Wardoyo mengemukakan segera penghargaan terhadap Wali Daerah Perkotaan Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu ketika puncak perayaan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-31 pada lapangan Simpang Lima Semarang, Hari Sabtu (29/6/2024).

Dalam sambutannya, Menko PMK Muhadjir Effendy mengatakan, upaya penurunan stunting harus diwujudkan dengan intervensi terhadap remaja putri, calon pengantin, juga ibu hamil. Jadi bukanlah hanya sekali anak cuma tetapi intervensi lainnya juga, seperti yang tersebut diwujudkan oleh pemerintahan Pusat Kota Semarang.

“Ini Bu Wali Pusat Kota Semarang yang salah satunya telah terjadi memberikan contoh yang mana bagus. Bahkan luar biasanya, beliau bisa jadi mendapatkan penghargaan dari PBB. Dan ini saya harap mampu jadi prototype,” ujarnya.

Muhadjir menyebut, pengembangan bervariasi wilayah pada upaya pengentasan stunting pasti terus dijalankan Kepala Daerah, namun alangkah bagusnya lagi jikalau dapat saling tukar pengalaman.

“Ini sudah ada berjalan dengan baik, saya yakin paling bukan tahun 2025 bilangan bulat prevalensi stunting kita mampu di bawah 20 persen,” ujar Muhadjir.

Sementara itu, Wali Pusat Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu mengatakan, penghargaan ini berkat kolaborasi sama-sama dari semua pihak di menekan bilangan bulat stunting di Ibu Daerah Perkotaan Jawa Tengah.

“Banyak pembaharuan yang dimaksud kami buat, salah satunya acara pengentasan stunting dengan SANPIISAN (Sayangi, Dampingi Ibu lalu Anak Perkotaan Semarang),” kata Mbak Ita, sapaan akrab Wali Pusat Kota usai menerima penghargaan.

Tak cuma itu saja,kata Ita, di upaya penurunan stunting pihaknya juga mengimplementasikan pemberian makanan dari buku resep masakan Ibu Megawati, bahwa masakan-masakan untuk mengatasi stunting itu mudah, murah, juga bisa saja disantap oleh semua keluarga.

Artikel ini disadur dari Inovatif dalam Pembangunan Keluarga, Pemkot Semarang Raih Penghargaan dari BKKBN

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *