Uncategorized

Peretasan PDN Coreng Nama Negara Indonesia di dalam Mata Planet

11
×

Peretasan PDN Coreng Nama Negara Indonesia di dalam Mata Planet

Sebarkan artikel ini
Peretasan PDN Coreng Nama Negara Tanah Air di pada Mata Planet

JAKARTA – Pakar Security Siber Pratama Persadha menuturkan peretasan Pusat Fakta Nasional (PDN) oleh Ransomware Brain Cipher Lockbit 3.0 mencoreng nama Nusantara dalam mata dunia. Pasalnya, peretasan ini telah bertubi-tubi terbentuk kemudian mengakibatkan kebocoran data nasional.

“Serangan siber yang digunakan beruntun lalu bertubi-tubi nampaknya menunjukkan kurang pedulinya pemerintah terkait isu keamanan siber. Meski tidak ada ada kerugian secara finansial dengan terjadinya serangan siber, namun reputasi dan juga nama baik negara Indonesia akan tercoreng dalam mata dunia,” ujar Pratama yang dimaksud juga Chairman Lembaga Penelitian Ketenteraman Siber CISSReC i, Hari Minggu (30/6/2024).

Bahkan, telah sejumlah yang mengakui bahwa Nusantara adalah sebuah negeri open source yang mana datanya boleh dilihat oleh siapa semata dengan banyaknya peretasan yang digunakan terbentuk selama ini. “Dan akhirnya pemerintah baru kelimpungan pada waktu muncul serangan siber sesudah itu melakukan penanganan yang dimaksud kerap terlambat juga membutuhkan waktu lama,” katanya.

Pratama mengatakan, dampak serangan siber ransomware dapat menghentikan layanan untuk masyarakat, yang paling terlihat adalah panjangnya antrean gerbang Imigrasi dalam Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, beberapa waktu lalu.

Serangan ransomware juga biasanya membutuhkan waktu pada pemulihan layanan yang mana terganggu teristimewa jikalau peretas berhasil mengetahui di mana backup dari data utama disimpan dikarenakan biasanya mereka itu akan menyerang data backup terlebih dahulu sebelum menyerang data utama.

“Sehingga pada waktu pasukan keamanan IT menyadari bahwa sistem utama bermasalah, mereka itu akan kesulitan melakukan backup dikarenakan data yang digunakan ada dalam perangkat backup sudah ada dienskrip terlebih dahulu oleh dia sehingga sistem bukan dapat dikembalikan layanannya,” jelas Pratama.

Selain itu, adanya perasaan khawatir kebocoran data dari 210 institusi akibat Ransomware Brain Cipher Lockbit 3.0 oleh sebab itu biasanya sebelum mengunci file dan juga data supaya tidaklah sanggup dipakai, merekan terlebih dahulu memindahkan data yang disebutkan ke server mereka.

“Jika orang yang terluka tiada mau membayarkan tebusan yang tersebut diminta maka data yang digunakan dicuri yang disebutkan akan dapat dijual pada dark web sehingga peretas masih kekal mendapatkan keuntungan financial,” ucapnya.

Menurut dia, pemicu utama kerentanan sistem teknologi pemerintahan biasanya berasal dari rendahnya kesadaran sumber daya manusia (SDM) tentang keamanan siber.

“Terutama SDM yang dimaksud mempunyai akses ke pada sistem baik internal organisasi untuk keperluan operasional atau pihak lain yang dimaksud bermetamorfosis menjadi mitra pada saat pembuatan sistem dan juga aplikasi mobile sekaligus membantu organisasi untuk melakukan perbaikan jikalau terbentuk masalah,” kata Pratama.

Artikel ini disadur dari Peretasan PDN Coreng Nama Indonesia di Mata Dunia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *