Uncategorized

Spirit Bermain, Tragedi dan juga Kematian Jenaka

14
×

Spirit Bermain, Tragedi dan juga Kematian Jenaka

Sebarkan artikel ini
Spirit Bermain, Tragedi serta juga Kematian Jenaka

CHARLIE Chaplinpernah berkata, “life is a tragedy when seen in close-up, but comedy in long-shot (hidup adalah sebuah tragedi apabila dilihat dari jarak dekat, tapi komedi apabila dilihat dari jarak jauh)”.

Seniman Syakieb Sungkar melantunkan sebuah teater visual yang mana tragis namun jenaka, ke pameran Provoke Jakarta!, dalam bulan Juni 2024. Membawa kita semangat, bermain sang seniman dengan imajinasinya tetang hasrat manusia menyantap lezatnya makanan junk food .

baca juga: Festival Vivid Sydney Hadirkan Pameran Seni Cahaya Menakjubkan

Kemudian apresian diajak rebah dalam tempat tidur, ditemani seonggok tengkorak, yang digunakan dapat cuma simbol kerangka seseorang yang tersebut dalam masa hidupnya terjangkit obesitas, kemudian sakit kencing manis lalu berakhir menjemput kematian.

Sebuah karya seni berjuluk Tribute to Junk Food dengan instalasi tempat tidur mewah plus renda-renda putih menghias di sekeliling, tak lupa tengkorak bermateri resin juga patung dan juga lukisan di satu kedudukan sungguh mendirikan narasi seloroh parodikal yang mana unik.

Instalasi itu mengonstruksi semangat mempermainkan dialog imajiner spasial tentang jasad tengkorak yang mana telentang tepat pada tengah-tengah tempat tidur. Separuh menggelikan, sebab berbaur ke sisi kanan kemudian kirinya sosok-sosok gemoy patung yang dimaksud kemungkinan besar kelihatannya diharapkan sebagai “penjaga” bagi kerangka itu.

Seterusnya ada dua lukisan yang digunakan diolah sedemikan rupa mendistorsi warna maupun anatominya yang mana asli dan juga familiar kita kenal di dalam gerai-gerai makanan cepat saji terpajang di dinding. Jika kita amati, terlihat sebagian tubuh dua patung itu meleleh seolah lilin yang mana sedang mulai terbakar. Figur itu tak lain tak bukan, Kolonel Sanders ( KFC ) dan juga Ronald’s ( McD ).

Play Drive kemudian Dua Daya Pendorong

Dari teoritikus budaya juga filsuf Jerman, Friedrich Schiller, menimbang status psikis alamiah manusia, di konteks easi ini adalah perupa Syakieb Sungkar dengan semangat bermainnya memberi ruang penjelas. Sejatinya Syakieb miliki dua energi pendorong pada menelaah fenomena budaya konsumerisme yang digunakan kemudian dimanifestasikan dengan obyek-obyek di karyanya.

Spirit Bermain, Tragedi lalu Kematian Jenaka

Yang pertamaform drive, yakni pemahaman tentang kapabilitas intelektual untuk mendata, mengurai tiap elemen tentang konsep-konsep secara mate-matis, tentang apa itu kriteria makanan yang digunakan higienis kemudian kapan akan dikonsumsi atau sejenis sekali dihindari, demikian juga menimbang materi-materi teknis juga meriset dengan detail yang dimaksud terkait dengan jenis-jenis makanan cepat saji.

“Syakieb cukup kerap memakan salad dan juga gado-gado juga berjuang menjauhi makanan junk food untuk mengelak kegemukan, sakit lalu kematian yang tersebut cepat. Menurutnya, warga memakan junk food itu sebab adanya kecenderungan untuk memilih cara hidup yang serba cepat kemudian praktis. Sementara, makanan seperti gado-gado serta salad itu memerlukan waktu di pembuatannya,” ujar kurator pameran yang digunakan berubah menjadi mitranya, Anna sungkar.

baca juga: Heboh, Pameran Seni Hal ini Pintu Masuknya 2 Model Telanjang

Yang kemudian, kita tak lupa bahwa karya seni membutuhkan sesuatu yang dimaksud tak logis, yang digunakan Schiller menyampaikan konsep ke dua, yakni sense drive, sesuatu yang mana timbul naluriah di diri manusia. Syakieb memahami fenomena urban secara kritis, tak akan mengonsumsi makanan sembarangan.

Namun juga ia tak menampik, yang digunakan justru berubah menjadi saksi mengapa orang-orang terpikat kelezatan makanan cepat saji sebagai emosi yang mana meletup secara agresif. Syakieb di pengalaman intim dirinya, yang digunakan di hal ini ia mengakuinya ke sebuah diskusi pada Post Bloc, DKI Jakarta Pusat, pada ruang pamer.

“Saya merasakan ketika pandemi Covid-19 tak berbagai melakukan pergerakan kemudian mengundurkan diri dari rumah. Masa dua tahun itu menghasilkan saya menyukai mengonsumsi makanan instan lalu merasakan berat badan berlebih, lalu ini tanda bahaya. Dari sanalah saya terinspirasi menciptakan karya seni saya kali ini,” kata Syakieb.

Dua energi pendorong ini kemudian bersatu – form drive dan juga sense drive–yang bermetamorfosis menjadi energi kreatif sebagai disebut play drive pada berkarya, serta Syakieb menemukan ide yang dimaksud cerlang mengeksekusi karya Tribute to Junk Food. Schiller sangat terang mewejang bahwa manusia tak mampu meraih prospek terbesarnya tanpa dua kolaboratif energi pendorong tersebut.

Maka, meminjam tesis Schiller yang mana disebut sebagai play drive adalah totalitas Syakieb merasakan dirinya menjadi utuh sebagai manusia, benar-benar merasakan sensasi sepenuhnya pada waktu ia berkarya dengan cara bermain-main.

Sama dengan Schiller, apa yang digunakan dikerjakan oleh perupa Syakieb sejurus pula dengan tesis sejarawan dan juga pengamat kebudayaan dari Belanda, Johan Huizinga pada Homo Ludens atau Manusia yang dimaksud Bermain, menyatakan bahwa sebuah kebermainan bukanlah seremeh sebuah main-main di event suatu permainan.

Sebenarnya, manusia pada ketika mengonsentrasikan dirinya dengan “kebahagiaan melucu” pada sebuah permainan kreatif, taruhlah sebagai bentuk parodi pada seni kontemporer, ia membentuk greget kekuatan wicara. Sang seniman mentransmisi pesan-pesan yang dimaksud bisa saja jadi ujaran yang disebutkan walau bermain-main menjadi serius, mengerucut pada tema-tema tertentu laiknya kisah separuh konyol namun menggelisahkan secara sosial.

Dari film awal abad ke-20 Charlie Caplin sampai karya-karya komikal Rowan Atkinson, yang digunakan kemudian tenar dengan Mr Bean-nya, kita merasakan ada sasaran kelucuan yang digunakan kemudian menghasilkan komunitas terhibur, meskipun menyisakan luka yang tertunda.

Tapi, sang seniman pencipta humor itu mengobatinya tanpa memproduksi marah siapapun. Charlie Caplin yang tersebut memparodikan Adolf Hitler maupun Mr Bean yang dimaksud mengomedikan warga “borjuis” Inggris, benar-benar sebuah komedi yang membuka borok-borok sosial.

Tragedi, Hasrat Kuasa serta Konsumsi

Karya instalasi milik Syakieb seperti segugus seremoni visual untuk menggedor kembali makna tentang tragedi pada globus modern kemudian sihir kolektif gaya hidup. Menjejak ulang ruang-ruang urban yang dimaksud serba cepat juga peliknya kerangkeng hasrat manusia mengonsumsi benda-benda sebagai sebuah keniscayaan.

Artikel ini disadur dari Spirit Bermain, Tragedi dan Kematian Jenaka

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *