Teknologi

Fakta Center STT GDC Ikut Gunakan Kecerdasan Buatan, Hal ini Alasannya

17
×

Fakta Center STT GDC Ikut Gunakan Kecerdasan Buatan, Hal ini Alasannya

Sebarkan artikel ini
Fakta Center STT GDC Ikut Gunakan Kecerdasan Buatan, Hal ini Alasannya

JAKARTA – Kecerdasan buatan bukan belaka ada smartphone atau PC. Tapi, dipakai juga di data centre walau pemainnya masih terbatas.

Chief Executive Officer Southeast Asia ST Telemedia Global Fakta Centres (STT GDC) Lionel Yeo mengatakan, pemakaian Kecerdasan Buatan ke pusat data berdampak besar.

“Kluster Teknologi AI bergerak dalam pusat data membuatnya lebih lanjut fleksibel, irit biaya, dan juga memperkuat teknologi GPU terbaru. Sangat cocok untuk pelatihan dan juga inferensi mode Artificial Intelligence ke beraneka industri. Baik itu perusahaan, pemerintah, dan juga penyedia layanan komputasi awan,” ungkapnya.

Data Center STT GDC Ikut Gunakan Kecerdasan Buatan, Ini adalah Alasannya

Hanya saja, prasarana data center yang digunakan telah mengupayakan Artificial Intelligence masih sangat terbatas. “Saat ini STT GDC merupakan operator internasional pertama dengan data center dalam 6 negara Asia Tenggara, yakni Singapura, Malaysia, Thailand, Indonesia, Filipina, lalu terbaru di dalam Vietnam. Di Vietnam kapasitasnya lebih besar dari 500 MW,” bebernya.

Yeo menyebut, sebagian dari kapasitas yang disebutkan dirancang untuk melayani kluster AI. Tepatnya, di dalam data center STT GDC Singapura juga Thailand.

Lalu, secara bertahap kluster Teknologi AI tambahan akan beroperasi pada Filipina, Indonesia, kemudian Malaysia. “Setidaknya di 2 tahun mendatang,” ungkapnya.

Fasilitas data center STT GDC di dalam seluruh Asia Tenggara dirancang untuk menampung chip GPU terbaru. Termasuk chip Blakwell milik NVIDIA yang tersebut dikenal canggih. “Rak-raknya memiliki daya tinggi, dengan rentang 10-150 Kw per rak,” ungkap Yeo.

Angka center yang dimaksud juga dilengkapi solusi pendinginan cair dengan sistim rendam (liquid immersion cooling) lalu pendinginan segera ke chip (direct to chip cooling).

Menurut Yeo, kawasan Asia Tenggara (SEA) mengalami peningkatan pembangunan ekonomi data center untuk memenuhi permintaan yang tersebut terus meningkat akan infrastruktur serta layanan AI.

“Kami optimistis kesempatan masih sangat besar. Karenanya STT GDC berekspansi dalam negara-negara seperti Indonesia, Thailand, Filipina, lalu Malaysia,”ujarnya.

Artikel ini disadur dari Data Center STT GDC Ikut Gunakan Kecerdasan Buatan, Ini Alasannya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *