Ekonomi Bisnis

AAUI Sebut Bisnis Insurtech Memiliki Prospek yang mana Optimis

12
×

AAUI Sebut Bisnis Insurtech Memiliki Prospek yang mana Optimis

Sebarkan artikel ini
AAUI Sebut Bisnis Insurtech Memiliki Prospek yang mana mana Optimis

. Asosiasi Asuransi Umum Tanah Air (AAUI) menyimpulkan kegiatan bisnis asuransi berbasis program digital atau insurtech mempunyai perkembangan yang dimaksud sangat baik, seiring dengan peningkatan ekonomi Indonesia.

Direktur Eksekutif AAUI Bern Dwiyanto menjelaskan, pengaplikasian aplikasi mobile digital atau insurtech memudahkan komunitas untuk mengenal kebutuhan, mengerti akan komoditas asuransi, dan juga sanggup miliki asuransi yang digunakan sesuai kebutuhan.

“Untuk asuransi umum, bukan semua item asuransi dapat dalam digitalisasi, masih membutuhkan pemasaran secara tatap muka. Hanya item simple risk yang dimaksud (kendaraan bermotor personal, house hold, personal accident serta travel insurance). Tenaga pemasar masih sangat dibutuhkan,” ujar Bern terhadap Kontan.co.id, Awal Minggu (1/7).

Bern bilang, hingga ketika ini memang sebenarnya belum semua perusahaan asuransi umum beralih ke sistem digital dengan alasan memakan biaya yang dimaksud tinggi, atau juga dengan alasan bahwa bukan semua komoditas dapat didigitalisasi.

“Saat ini masih sedikit perusahaan yang tersebut sudah ada di proses melakukan digitalisasi. Memang tergantung item yang mana dipasarkan, untuk komoditas masal/mikro lebih lanjut efektif menggunakan online,” lanjut Bern.

Di sisi lain, kebijakan perubahan digital pada sektor jasa keuangan juga berubah menjadi salah satu prioritas OJK tahun ini. Adapun, kebijakan digitalisasi dalam bidang asuransi menjadi salah satu yang tersebut berubah jadi perhatian guna pengembangan digitalisasi.

Kemudian untuk digitalisasi, meskipun jumlahnya masih sedikit, tapi mulai banyak perusahaan asuransi yang digunakan melirik berkolaborasi dengan perusahaan insurtech untuk menghadirkan asuransi digital.

“Jadi insurtech masih akan sangat menyita perhatian dan juga tumbuh di tahun mendatang,” tandasnya.

Salah satu perusahaan asuransi umum, PT Asuransi Simas Insurtech mencatatkan perkembangan premi senilai Mata Uang Rupiah 1,77 triliun hingga Mei 2024 secara tahunan atau year on year (YoY).

Direktur Utama Simas Insurtech, Teguh Aria Djana menjelaskan kenaikan premi ini salah satunya didorong oleh pertumbuhan kegiatan ekonomi Negara Indonesia ke kuartal I-2024 yaitu sebesar 5,11% YoY.

“Hingga ketika ini dibandingkan dengan tahun 2023 ke periode Mei, Simas Insurtech mencatat peningkatan hingga 277%,” ujar Teguh terhadap Kontan.co.id, Hari Senin (1/7).

Teguh menjelaskan, komponen pendorong kenaikan premi ini seiring dengan situasi dunia usaha dalam Tanah Air yang digunakan baik juga meningkatnya penyaluran kredit baru yang tersebut berkembang berubah menjadi salah satu aspek pendorong usaha Simas Insurtech semakin pesat.

Dua lini bisnis yang menopang pertumbuhan yaitu asuransi kredit juga asuransi kendaraan bermotor. Kedua lini bidang usaha yang tersebut masih berubah menjadi kontribusi terbesar bagi Simas Insurtech akan terus dikembangkan hingga target premi ke berhadapan dengan Simbol Rupiah 2 triliun bisa saja terpenuhi sampai akhir tahun 2024 ini.

Untuk terus mengembangkan perubahan baru, Simas Insurtech juga mengembangkan teknologi Artificial Intelligence (Artificial Intelligence) untuk membantu pada menganalisis kemudian melakukan penerimaan klaim dan juga penerbitan polis khususnya untuk asuransi kendaraan bermotor.

“Selain itu, kami juga mengembangkan produk-produk asuransi siber yang tersebut akhir-akhir ini bermetamorfosis menjadi keperluan komunitas individu dan juga korporasi pada Indonesia,” tuturnya.

Di sepanjang tahun 2024, target pendapatan premi Simas Insurtech hingga akhir tahun yaitu senilai Mata Uang Rupiah 2,5 triliun.

Adapun untuk menyokong kinerja, Teguh bilang pihaknya terus meningkatkan kerja sejenis dengan beberapa bank yang mana bisa jadi diharapkan terealisasi di semester II-2024 ini.

Hal ini seiring dengan meningkatkan penyaluran kredit baik secara direct ataupun melalui inisiatif channeling yang digunakan dijalankan oleh Bank. Ia berharap strategi ini menjadi pendorong untuk peningkatan pada lini perniagaan asuransi kredit.



Artikel ini disadur dari AAUI Sebut Bisnis Insurtech Memiliki Prospek yang Positif

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *