Ekonomi Bisnis

Siapkan Dana Jumbo, Bank Pastikan Ketenteraman IT Dari Serangan Siber

12
×

Siapkan Dana Jumbo, Bank Pastikan Ketenteraman IT Dari Serangan Siber

Sebarkan artikel ini
Siapkan Dana Jumbo, Bank Pastikan Ketenteraman IT Dari Serangan Siber

KONTAN.CO.ID-JAKARTA. Sektor Keuangan memverifikasi jebolnya pertahanan keamanan Pusat Fakta Nasional (PDN) dari serangan siber seperti Ransomware tiada berdampak pada keamanan data pelanggan juga data penting bank lainnya.

Presiden Direktur Bank CIMB Niaga Tbk Lani Darmawan menjamin data pengguna aman dengan pengamanan berlapis yang dimaksud diwujudkan bank. 

“CIMB Niaga tegas senantiasa mengedepankan keamanan pelanggan dari sisi data, kegiatan dengan selalu menganggarkan penanaman modal untuk cyber & data security yang amat penting,” ungkap Lani untuk Kontan, Hari Senin (1/7).

Lebih lanjut Lani menyatakan pihaknya setiap saat berkonsultasi dengan pakar untuk langkah pengamanan berkelanjutan di dalam CIMB Niaga.

Tidak tanggung, Lani menyampaikan tahun ini pihaknya akan mengalokasikan anggaran modal IT sebesar Mata Uang Rupiah 1 triliun pada tahun 2024. Jumlah yang disebutkan serupa dengan alokasi anggaran pada tahun lalu.

Menurut Lani, penguatan dan juga pemeliharaan sistem IT secara mutakhir sangat penting. Di samping melakukan penguatan pada data dan juga IT security, CIMB Niaga juga senantiasa melakukan uji stress test secara berkala pada sistem keamanan perusahaan.

“Untuk data center, kami telah punya sendiri,” ungkap Lani.

Senada, Bank Central Asia (BCA) juga melakukan konfirmasi keamanan data nasabahnya dari serangan siber seperti ransomware. EVP Corporate Social and Responsibility, Hera F Haryn mengatakan, pada aspek teknologi, BCA menggunakan pengamanan berlapis dari perangkat keamanan yang mana terus diperbarui kemudian andal, baik pada sistem komputer, jaringan, aplikasi, maupun data. 

“Khusus untuk pengamanan data, BCA juga telah lama menerapkan teknologi dengan fokus utama untuk menghindari kehilangan data (Data Loss Prevention),”  ungkap Hera untuk Kontan.

BCA juga mempunyai security operation center yang beroperasi 24×7 untuk memantau keamanan sistem dan juga aset-aset BCA secara berkelanjutan, juga meningkatkan security posture BCA, baik di hal pencegahan, pendeteksian, analisis, serta ketanggapan terhadap insiden cybersecurity.

Meski bukan merinci berapa anggaran modal untuk penanaman modal keamaan IT tahun ini, namun apabila meninjau tahun 2023 lalu, BCA setidaknya menganggarkan modal belanja untuk IT sebesar Mata Uang Rupiah 5 triliun.

Senada, Corporate Secretary Bank Negara Tanah Air (BNI), Okki Rushartomo juga meyakinkan perseroan berikrar untuk meningkatkan keamanan sistem sesuai dengan strategi kemudian target yang digunakan sudah direncanakan. 

“Kami senantiasa mengalokasikan anggaran yang dimaksud memadai untuk teknologi informasi kemudian layanan perbankan digital guna menjamin keamanan lalu kenyamanan nasabah,” ungkap Okki terhadap Kontan.

Sama dengan bank lainnya, BNI juga melakukan pemeliharaan berlapis untuk keamanan data, jaringan, sistem, kemudian teknologi informasi sehingga dapat terhindar dari risiko peretasan.

BNI juga secara berkala melakukan pengujian keamanan siber dan juga tindakan pemulihan terhadap serangan siber. Serta juga telah terjadi menerapkan kebijakan pengamanan data kemudian menjamin bahwa perimeter security sudah memperkuat pengamanan data, guna menjamin tingkat keamanan data pengguna dari ancaman siber.

Sepakat, Pakar keamanan siber dari Vaksin.com Alfons Tanujaya mengemukakan perbankan sangat aman dari perkara ransomware yang dimaksud menyerang PDN tersebut. oleh karena itu bank tidaklah wajib menyimpan datanya di dalam PDN juga semua bank tunduk pada aturan Otoritas Jasa Keuangan, sehingga tidaklah ada hubungan segera antara terenkripsi-nya data PDN dengan data perbankan. 

“Pengelolaan data pada lapangan usaha perbankan justru dapat dijadikan pedoman bagi institusi pemerintah lain untuk menjalankan lalu mengamankan datanya,” ungkap Alfons untuk Kontan, Hari Senin (1/7).

Untuk anggaran pembangunan ekonomi keamanan IT bank, umumnya perusahaan akan menalokasikan 3-5% dari pendapatan mereka. Namun Alfons mengungkapkan hal yang disebutkan tergantu ukuran serta total klien bank. Semakin besar bank yang dimaksud maka semakin besar pula anggarannya.

Senada, Pengamat Teknologi dan juga Direktur Eksekutif Institut ICT Heru Sudati mengatakan, anggaran penanaman modal IT sanggup kisaran triliunan.

“Belum lagi bank bank asing yang dia juga punya cabang dalam negara lain, ini juga butuh anggaran yang digunakan lebih lanjut besar, khususnya juga untuk software-softwarenya,” ungkap dia.



Artikel ini disadur dari Siapkan Dana Jumbo, Bank Pastikan Keamanan IT Dari Serangan Siber

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *