Lifestyle

Penyelenggara Event pada Yogyakarta Harus Bisa Kelola Sampah Mandiri

13
×

Penyelenggara Event pada Yogyakarta Harus Bisa Kelola Sampah Mandiri

Sebarkan artikel ini

Yogyakarta – Dinas Wisata Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menyokong beraneka penyelenggaran event mulai memasukkan unsur pengelolaan sampah mandiri. Hal ini diharapkan mampu membantu mengatasi darurat sampah di Yogyakarta yang dimaksud masih menjadi persoalan hingga hari ini.

“Kami gencar mengimbau ke bermacam pelopor yang dimaksud menyelenggarakan event, supaya untuk pengelolaan sampah acaranya dijalankan secara mandiri, untuk semua event,” kata Kepala Dinas Peluang Usaha Pariwisata Daerah Istimewa Yogyakarta Singgih Raharjo, Senin, 1 Juli 2024.

Syarat Penyelenggaraan Event pada Yogyakarta 

Singgih mengatakan, pada waktu pihaknya mengeluarkan rekomendasi event yang hendak dijalankan pada Yogyakarta, pengelolaan sampah mandiri bermetamorfosis menjadi satu kondisi yang tersebut musti dapat dipenuhi penyelenggara. Jadi, usai acara selesai digelar, keadaan area event tak dibiarkan berantakan serta penuh sampah yang dibebankan pada pelaku kebersihan.

“Jadi selesai event, semua harus telah bersih dari sampah,” kata dia.                          
    
Singgih menuturkan Dinas Wisata DIY intens meningkatkan kualitas pariwisata di dalam Yogyakarta, di dalam antaranya dari segi pengelolaan sampah agar tak bermetamorfosis menjadi persoalan yang kian kritis di dalam masa mendatang. 

Tak dimungkiri, bermacam unsur MICE atau meeting, incentive, convention, and exhibition pada lapangan usaha pariwisata turut berkontribusi pada produksi sampah. MICE masih jadi pendongkrak peningkatan pariwisata di dalam Yogyakarta, namun persoalan sampah juga masih harus berubah menjadi perhatian.

“Dampak positif banyaknya event itu, okupansi hotel meningkat, length of stay (lama tinggal) naik, sektor ekonomi berputar,” ujar Singgih.

Meski persoalan darurat sampah ini belum terselesaikan, di masa liburan sekolah ini Yogyakarta masih tampak padat kunjungan wisata.

5.000 Ton Sampah Menumpuk

Adapun Sekretaris Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Beny Suharson mendesak pemerintahan Daerah Perkotaan Yogyakarta segera memindahkan 5.000 ton sampah yang dimaksud masih menumpuk di dalam depo-depo sejak pekan setelah itu ke TPA Piyungan. 

“Sebab umur sampah ini telah terjadi mencapai mingguan, kami meminta-minta segera dipindahkan ke TPA Piyungan,” kata dia.

Beny menuturkan sampah di dalam Pusat Kota Yogyakarta ini akumulasi dari seluruh depo. Sebenarnya jumlahnya sanggup lebih lanjut besar jikalau digabung dengan sampah baru dari pasar, perkantoran, kawasan pendidikan, lalu tempat umum. Penumpukan sampah berlangsung lantaran selama ini sampah hanya saja dipindah dari satu depo ke depo lainnya dengan truk di mana salah satu depo tak mampu menampung lagi.

Artikel ini disadur dari Penyelenggara Event di Yogyakarta Harus Bisa Kelola Sampah Mandiri

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *