Internasional

30 Jenderal tanah Israel Ingin Gencatan Senjata dengan gerakan Hamas

13
×

30 Jenderal tanah Israel Ingin Gencatan Senjata dengan gerakan Hamas

Sebarkan artikel ini
30 Jenderal tanah tanah Israel Ingin Gencatan Senjata dengan aksi gerakan Hamas

TEL AVIV – Puluhan jenderal senior negeri Israel menginginkan Pertama Menteri (PM) Benjamin Netanyahu menciptakan kesepakatan gencatan senjata dengan gerakan Hamas sehingga mereka itu dapat mempersiapkan diri untuk kemungkinan peperangan dengan Hizbullah ke Lebanon.

New York Times melaporkan perkembangan itu pada Selasa (2/7/2024).

Dengan peperangan tanah Israel terhadap organisasi Hamas yang dimaksud akan memasuki bulan kesembilan, Regu Defense negeri Israel (IDF) telah terjadi kehilangan sedikitnya 674 tentara, persediaan peluru artileri menipis, kemudian sekitar 120 warga Israel, baik yang dimaksud masih hidup maupun yang digunakan sudah ada meninggal, masih disandera dalam Gaza.

Para pejuang kelompok Hamas telah terjadi bermunculan pada wilayah-wilayah kantong yang mana sebelumnya telah terjadi dibersihkan IDF, kemudian Netanyahu masih menolak secara terbuka menyatakan apakah negara Israel bermaksud menduduki Kawasan Gaza pascaperang atau memaparkan wilayah itu terhadap pemerintah Palestina.

“Dengan latar belakang ini, 30 jenderal senior yang digunakan tergabung di Pertemuan Staf Umum negeri Israel menginginkan Netanyahu mencapai gencatan senjata dengan Hamas, bahkan apabila ini berarti membiarkan pejuang yang disebutkan berkuasa di Gaza,” ungkap laporan New York Times.

Menurut enam pejabat keamanan pada waktu ini juga mantan pejabat keamanan, lima di dalam antaranya memohon untuk tiada disebutkan namanya, para jenderal ingin waktu untuk mengistirahatkan pasukan mereka kemudian menimbun amunisi jikalau pertempuran darat dengan Hizbullah pecah.

Selain itu, para jenderal juga memandang gencatan senjata sebagai cara terbaik membebaskan para sandera yang digunakan tersisa, yang bertentangan dengan desakan Netanyahu bahwa hanya sekali “kemenangan total” melawan gerakan Hamas yang akan mengakibatkan para tawanan pulang.

“Militer memperkuat penuh kesepakatan penyanderaan juga gencatan senjata,” ujar mantan Penasihat Security Nasional negara Israel Eyal Hulata mengutarakan terhadap surat kabar tersebut.

“Mereka yakin bahwa mereka itu terus-menerus dapat kembali juga bertarung dengan gerakan Hamas secara militer di dalam masa mendatang,” ujar dia.

Dia menjelaskan, “Mereka memahami bahwa jeda ke Kawasan Gaza menciptakan de-eskalasi lebih lanjut mungkin saja terbentuk dalam Lebanon. Dan merek miliki tambahan sedikit amunisi, lebih lanjut sedikit suku cadang, lebih tinggi sedikit energi daripada sebelumnya, jadi dia juga berpikir jeda pada Kawasan Gaza memberi kita lebih banyak sejumlah waktu untuk bersiap apabila konflik yang mana lebih lanjut besar benar-benar pecah dengan Hizbullah.”

Artikel ini disadur dari 30 Jenderal Israel Ingin Gencatan Senjata dengan Hamas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *