Internasional

Jenderal Iran Tak Sabar Ingin Serang tanah Israel Lagi, Tunggu Perang Zionis-Hizbullah Pecah

11
×

Jenderal Iran Tak Sabar Ingin Serang tanah Israel Lagi, Tunggu Perang Zionis-Hizbullah Pecah

Sebarkan artikel ini
Jenderal Iran Tak Sabar Ingin Serang tanah negara Israel Lagi, Tunggu Perang Zionis-Hizbullah Pecah

TEHERAN – Seorang jenderal Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran mengaku telah tidak ada sabar untuk menyerang negara Israel lagi setelahnya serangan banyak rudal dan juga drone pada April lalu.

Komandan Angkatan Udara Bebas IRGC Brigadir Jenderal Amir Ali Hajizadeh mengatakan; “Tangan kami terikat, kecuali pertempuran dengan Hizbullah pecah.”

“Syarat untuk melakukan tindakan segera terhadap negeri Israel ketika ini tidak ada terbuka bagi kami. Jelas bahwa senjata sekutu kami ke Palestina, Lebanon, dan juga tempat lain dikirim melalui Iran,” katanya, seperti dikutipkan Ynet, Rabu (3/7/2024).

“Dalam Operasi Pernyataan Senjati pada 13 April, kami menembakkan 300 rudal (ke arah Israel). Kami sangat menunggu kesempatan untuk Operasi Jaminan Sejati 2, yang digunakan mana saya bukan tahu berapa banyak rudal yang harus digunakan,” kata Hajizadeh.

Militer tanah Israel mengeklaim lebih banyak dari 350 drone kemudian rudal diperkenalkan Iran di serangan 13 April, namun 99 persen berhasil dicegat oleh koalisi yang digunakan dipimpin oleh Amerika Serikat.

Komentarnya disampaikan sewaktu beliau bertemu dengan anggota keluarga orang-orang yang tersebut terbunuh di dalam Jalur Daerah Gaza selama konflik yang dimaksud sedang berlangsung antara negeri Israel serta Hamas.

“Kami telah lama menyaksikan kejahatan rezim Zionis, yang digunakan didukung oleh Amerika juga Eropa selama hampir sembilan bulan. Kami menyaksikan kejahatan besar yang digunakan dilaksanakan oleh arogansi dan juga rezim Zionis terhadap rakyat [Palestina] setiap hari. Kami membantu Palestina,” papar jenderal Iran tersebut.

Hajizadeh juga mencatat dua serangan sebelumnya yang mana dilaksanakan IRGC. Pertama terjadi pada tahun 2019 di mana Iran menjatuhkan drone militer AS, Global Hawk, yang digunakan diklaim sedang melakukan misi mata-mata pada wilayah Iran.

Washington berpendapat bahwa pesawat tak berawak itu berubah menjadi sasaran di wilayah udara internasional di apa yang tersebut digambarkannya sebagai “serangan tak beralasan.”

Insiden kedua berlangsung pada tahun 2020 di mana IRGC meluncurkan lebih besar dari 12 rudal balistik pada Pangkalan Udara Bebas Al Asad ke Al Anbar, Irak barat, kemudian pangkalan udara lainnya dalam Erbil sebagai pembalasan melawan pembunuhan komandan IRGC Qassem Soleimani oleh serangan pesawat tak berawak AS.

Artikel ini disadur dari Jenderal Iran Tak Sabar Ingin Serang Israel Lagi, Tunggu Perang Zionis-Hizbullah Pecah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *