Internasional

Krisis Militer negara Israel pada waktu Perang Gaza: Butuh 10.000 Tentara Baru, 900 Perwira Minta Mundur

11
×

Krisis Militer negara Israel pada waktu Perang Gaza: Butuh 10.000 Tentara Baru, 900 Perwira Minta Mundur

Sebarkan artikel ini
Krisis Militer negara negara Israel pada waktu Perang Gaza: Butuh 10.000 Tentara Baru, 900 Perwira Minta Mundur

TEL AVIV – Tentara negeri Israel baru-baru ini menyadari adanya krisis dalam antara jajaran komando, dengan kecenderungan para perwira berpangkat kapten dan juga mayor meninggalkan jabatan mereka.

Menteri Keamanan negara Israel Yoav Gallant mengumumkan pada Awal Minggu (1/7/2024) bahwa tentara tanah Israel sangat membutuhkan 10.000 tentara tambahan pada berada dalam konflik yang tersebut sedang berlangsung di Jalur Gaza.

“Militer membutuhkan 10.000 tentara lagi segera,” ujar Gallant, menurut Radio Angkatan Darat, di sesi Komite Urusan Luar Negeri serta Defense Knesset.

Dia menyebutkan, tentara sanggup merekrut 4.800 tentara yang tersebut berasal dari laki-laki ultra-Ortodoks.

Keputusan ini menyusul langkah bulat Mahkamah Agung negeri Israel pekan kemudian yang tersebut menyatakan orang-orang Yahudi ultra-Ortodoks harus tunduk pada wajib militer, yang mengakhiri pengecualian mereka dari wajib militer selama beberapa dekade.

Mandat Mahkamah Agung

Dalam kebijakan penting yang tersebut dapat berdampak signifikan terhadap kancah kebijakan pemerintah Israel, Mahkamah Agung negara yang dimaksud dengan ucapan bulat memutuskan pada Selasa bahwa Yahudi ultra-Ortodoks harus dimasukkan di rancangan militer.

Kesembilan hakim pengadilan setuju tidak ada ada dasar hukum bagi pemerintah untuk mengecualikan siswa Haredi Yeshiva dari dinas militer, menurut lembaga penyiaran umum negeri Israel Kan.

Selain itu, pengadilan memutuskan pemerintah tidak ada dapat lagi memberikan dukungan keuangan untuk sekolah siswa Yeshiva tanpa pengecualian wajib militer.

Sejak tahun 2017, pemerintahan tanah Israel berturut-turut telah terjadi berjuang mencapai konsensus mengenai wajib militer Haredi pasca Mahkamah Agung membatalkan undang-undang tahun 2015 yang dimaksud mengecualikan mereka itu dari dinas militer, dengan alasan pelanggaran terhadap “prinsip kesetaraan.”

The Times of negara Israel melaporkan sekitar 67.000 pria Haredi memenuhi asal untuk dinas militer.

Artikel ini disadur dari Krisis Militer Israel saat Perang Gaza: Butuh 10.000 Tentara Baru, 900 Perwira Minta Mundur

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *