Internasional

Lebih Tidak Baik dari Abu Ghraib lalu Guantanamo, Inilah Cara negeri Israel Menyiksa Para Tahanan Palestina

12
×

Lebih Tidak Baik dari Abu Ghraib lalu Guantanamo, Inilah Cara negeri Israel Menyiksa Para Tahanan Palestina

Sebarkan artikel ini
Lebih Tidak Baik dari Abu Ghraib setelah itu Guantanamo, Inilah Cara negeri tanah Israel Menyiksa Para Tahanan Palestina

GAZA – Dalam apa yang disebut Kepala badan keamanan internal Shin Bet Israel, Ronen Bar, sebagai “krisis penahanan”, penjara juga pusat penangkapan negeri Israel secara kolektif menahan 21.000 warga Palestina.

Para tahanan ini telah lama menjadi sasaran beraneka metode penyiksaan brutal, dengan salah satu infrastruktur penangkapan dicap tambahan buruk dari Abu Ghraib.

Dalam langkah yang memulai kontroversi pada lembaga kebijakan pemerintah Israel, Direktur Rumah Sakit al-Shifa, Dr Muhammad Abu Salmiya, dibebaskan dari tahanan pasca ditahan tanpa tuduhan selama berbulan-bulan.

Setelah dibebaskan, Dr Salmiya berbicara terhadap media tentang kenyataan mengerikan yang tersebut dihadapi para tahanan, dengan mencatat, “Para tahanan di dalam penjara tanah Israel mengalami beraneka jenis penyiksaan.”

“Tentara negeri Israel memperlakukan para tahanan seolah-olah mereka itu adalah benda mati, dan juga dokter tanah Israel menyerang kami secara fisik,” papar dia.

Dia juga menyatakan, “Tidak ada organisasi internasional yang digunakan diizinkan mengunjungi narapidana, merek juga tiada diizinkan menemui pengacara, sementara para tahanan Palestina menjadi sasaran penyiksaan berat serta penyerangan hampir setiap hari di pada penjara juga tiada diberikan perawatan medis.”

Salah satu tempat di mana Dr Salmiya ditahan adalah prasarana pemidanaan Sde Teiman yang mana terkenal, pusat penjara militer yang dimaksud dibuat untuk menahan warga Palestina yang diculik dari Wilayah Gaza tanpa tuduhan apa pun.

Menurut Pengacara Palestina, Khaled Mahajneh, yang mana baru-baru ini memberikan laporan dengan segera tentang situasi yang dihadapi di kamp penangkapan setelahnya diizinkan untuk dikunjungi, “Perlakuan yang diberikan tambahan mengerikan daripada apa pun yang dimaksud pernah kita dengar tentang Abu Ghraib serta Guantanamo.”

Mahajneh mengutarakan sekitar 4.000 tahanan dari Gaza, yang mana mulai mengatakan Sde Teiman sebagai “kamp kematian” setelahnya 35 tahanan meninggal pada “kondisi yang mana tidaklah diketahui”, ditutup matanya kemudian dibelenggu terus-menerus, dipaksa tidur membungkuk di dalam lantai.

Mandi selama satu menit setiap pekan adalah satu-satunya waktu belenggu dilepaskan, yang dimaksud mulai ditolak oleh para narapidana sebab melebihi satu menit mengakibatkan hukuman juga dia tiada diberi jam tangan, atau pengatur waktu, lalu “melampaui menit yang dimaksud diberikan menghasilkan narapidana menghadapi hukuman berat, diantaranya berjam-jam ke luar ruangan pada cuaca panas atau hujan”.

Artikel ini disadur dari Lebih Buruk dari Abu Ghraib dan Guantanamo, Inilah Cara Israel Menyiksa Para Tahanan Palestina

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *