Teknologi

Membiarkan Laptop Mengisi Daya Baterai di Waktu Lama, Amankah?

11
×

Membiarkan Laptop Mengisi Daya Baterai di Waktu Lama, Amankah?

Sebarkan artikel ini
Membiarkan Laptop Mengisi Daya Baterai di Waktu Lama, Amankah?

JAKARTA – Kebiasaan mengisi daya sel laptop di waktu lama walau tidak ada terpakai masih berubah menjadi pertanyaan dari sisi keamanan. Kebiasaan itu muncul biasanya tak sengaja oleh sebab itu mobilitas.

Namun, ketika bukan bepergian, kemungkinan besar laptop terus-menerus dicolokkan ke pengisi daya. Lantas apakah aman membiarkan laptop permanen terhubung sepanjang waktu? Hal ini adalah pertanyaan sederhana, namun jawabannya bisa jadi jadi cukup rumit lantaran rumitnya kimia sel laptop.

Laman Pocket Lint melansir, Hari Sabtu (27/4/2024), dari sudut pandang keamanan fisik, sangat aman untuk membiarkan laptop terus terhubung dengan listrik setiap ketika lantaran hampir bukan ada risiko kebakaran.

Laptop modern memiliki kontrol voltase yang mana terpasang di pada perangkat mendeteksi pada waktu penyimpan daya telah penuh kemudian berhenti mengisi daya meskipun pengisi daya tersambung. Mekanisme ini jarang gagal, lalu laptop mempunyai mekanisme keamanan yang memutuskan sambungannya sebelum kerusakan terjadi.

Namun, ini semua mengasumsikan bahwa pengisi daya itu sendiri kemudian soket yang dimaksud terhubung dengannya berada pada keadaan sempurna. Korsleting pada stopkontak listrik dapat menyebabkan kebakaran, namun hal yang disebutkan tidak ada cuma berlaku pada pengisian daya laptop.

Baterai litium-ion mengandung beraneka zat berbahaya. Jika kondisi pengisian daya akumulator terlalu rendah atau terlalu tinggi, penyimpan daya dapat rusak lebih lanjut cepat. Seiring bertambahnya usia baterai, akumulator tidaklah lagi dapat terisi penuh. Hal ini tiada akan menyebabkan laptop meledak, namun kemungkinan besar menghasilkan elemen penyimpan daya laptop tampak seperti tiada terisi penuh seperti biasanya.

Membiarkan daya akumulator terlalu rendah atau terlalu lebih tinggi juga dapat menyebabkan sel tambahan cepat rusak. Keresahan lainnya terkait panas. Baterai litium-ion akan habis seiring waktu meskipun perangkat dimatikan. Ini adalah berarti elemen penyimpan daya terisi hampir sepanjang waktu, sehingga menciptakan panas. Panas dan juga pengisian daya yang digunakan besar atau rendah juga dapat menyebabkan penyimpan daya rusak sebelum waktunya, sehingga mengakibatkan hilangnya kapasitas pengisian daya pada jangka panjang.

Lagi pula, setiap sel litium yang mana pernah diproduksi mempunyai total daya yang mana terbatas sebelum tak dapat lagi mengisi daya. Membiarkan elemen penyimpan daya masih hidup akan menyebabkan siklus pengisian tambahan yang tersebut tak diperlukan dikarenakan akumulator mati. Hal ini semakin menurunkan masa pakai baterai.

Jadi meninggalkan laptop di pengisi daya menjadi masalah. Laptop bukan akan terbakar atau rusak pada waktu singkat. Namun, penyimpan daya akan terdegradasi sangat jauh tambahan cepat dibandingkan jikalau menggunakannya sesekali tanpa daya AC, lalu sel akan habis tambahan cepat dari yang mana diperkirakan.

Artikel ini disadur dari Membiarkan Laptop Mengisi Daya Baterai dalam Waktu Lama, Amankah?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *