Kesehatan

Mitos atau Fakta, Pelihara Kucing Bikin Susah Hamil?

12
×

Mitos atau Fakta, Pelihara Kucing Bikin Susah Hamil?

Sebarkan artikel ini
Mitos atau Fakta, Pelihara Kucing Bikin Susah Hamil?

SURABAYA – Banyak pemukim beranggapan wanita yang dimaksud suka memelihara kucing akan susah untuk hamil. Anggapan ini bisa jadi menciptakan warga khawatir, teristimewa pasangan muda yang baru sekadar menikah. Bagaimana sesungguhnya?

Dosen Teknologi Laboratorium Medis (TLM) Fakultas Bidang Studi Aspek Kesehatan (FIK) Universitas Muhammadiyah Surabaya (UM Surabaya) Vella Rohmayani menjelaskan, hasil penelitian menyebutkan bahwa kucing memang sebenarnya merupakan hewan yang dapat berperan sebagai hospes definitif toxoplasmosis.

“Sehingga bagi pendatang yang tersebut memelihara kucing akan memiliki risiko lebih lanjut tinggi terinfeksi penyakit tersebut,” ujar Vella.


Dia menjelaskan, toksoplasmosis dapat ditularkan dari feses kucing. Penyakit ini disebabkan oleh parasit protozoa golongan sporozoa spesies Toxoplasma gondii. Infeksi parasite pada pasien dengan imunokompeten (memiliki respons imun normal) bersifat asimtomatik (tidak memunculkan gejala klinis) oleh sebab itu adanya proteksi dari sistem imun.

Namun, infeksi parasite ini berubah menjadi sangat berat jikalau terbentuk pada wanita hamil maupun pada pasien imunokompromais (penderita gangguan jiwa system kekebalan tubuh), lantaran menyebabkan terjadinya kelahiran premature, keguguran hingga kematian janin pada kandungan, bayi lahir kuning, hidrosefalus, mikrosefalus, dan juga terjadinya abses kemudian inflamasi atau peradangan dari jaringan lokal.

“Hal ini menyebabkan terjadinya komplikasi toksoplasmosis, baik toksoplasmosis kongenital, toksoplasmosis okular, maupun toksoplasmosis serebral,” imbuhnya.

Vella kemudian memberikan langkah pencegahan penyakit toksoplasmosis. Pertama, usahakan untuk terus-menerus mencuci tangan sebelum dan juga pasca melakukan aktivitas seperi memegang hewan, daging, sayuran, berkebun, makan, juga beraneka aktivitas lainnya.

Kedua, biasakan untuk memasak daging sampai matang sebelum dikonsumsi.


Ketiga, mencuci sayuran sampai bersih atau mengonsumsi sayuran matang.

Keempat, pastikan untuk mencuci semua peralatan dapur dengan bersih setelahnya digunakan untuk memasak.

Kelima, gunakan sarung tangan pada waktu berkebun atau memegang tanah.

Terakhir, sebisa mungkin saja hindari untuk memelihara kucing. Apabila memelihara kucing usahakan untuk memberi makanan yang dimaksud matang, melindungi kesejahteraan kucing, merawat kebersihan lingkungan juga markas kucing, gunakan sarung tangan lalu masker muka ketika membersihkan wadah kotoran.

“Mengingat bahaya penyakit toxoplasmosis, maka bagi wanita hamil maupun pada pasien imunokompromais sebisa mungkin saja dapat hindari kontak dengan segera dengan kucing agar dapat meminimalisir risiko penularan penyakit tersebut,” pungkas Vella.

Artikel ini disadur dari Mitos atau Fakta, Pelihara Kucing Bikin Susah Hamil?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *