Ekonomi Bisnis

Analis Isyarat Nasib Bitcoin Usai Halving Keempat

12
×

Analis Isyarat Nasib Bitcoin Usai Halving Keempat

Sebarkan artikel ini
Analis Isyarat Nasib Bitcoin Usai Halving Keempat

JAKARTA – Bitcoin resmi memasuki tahap halving keempat. Halving miliki pengaruh yang dimaksud kuat untuk biaya mata uang jenis kripto teristimewa Bitcoin.

Para pemodal telah lama mengantisipasi Bitcoin halving. Dengan halving hadiah per blok para penambang Bitcoin telah dilakukan dikurangi dari 6,25 BTC berubah menjadi 3,215 BTC. Pemotongan berikutnya akan muncul di tahun 2028, yang dimaksud akan menurunkan hadiahnya menjadi 1,5625 BTC.

Berdasarkan perhitungan, halving ke-64 akan berlangsung sekitar tahun 2.140, yang berarti 21 jt koin telah lama ditambang, juga penerbitan Bitcoin baru akan dihentikan. Dengan suplai yang mana terbatas yang disebutkan nilai Bitcoin diprediksi akan terus meningkat. Banyak analis yang digunakan memperkirakan halving akan menyebabkan kenaikan harga jual BTC tambahan lanjut di jangka panjang.

Berkaca dara prose halving sebelumnya, dengan setiap siklus baru yang mana mengikuti perkembangan halving, tarif Bitcoin terus-menerus mencapai puncak baru. Pada akhir tahun 2013, sekitar satu tahun setelahnya halving pertama, Bitcoin mencapai nilai tukar USD1.200. Siklus bursa berikutnya memuncak di dalam USD20K per Bitcoin ke akhir tahun 2017, juga naik hingga USD69K dalam akhir tahun 2021 sebelum jatuh lagi.

Sedangkan, selama enam bulan terakhir ini, nilai BTC telah dilakukan naik sekitar 140%. Sebagai perbandingan, selama periode waktu yang dimaksud sama, harga jual Ethereum, yaitu mata uang kripto terbesar kedua, cuma meningkat sebesar 85%.

“Namun situasi pada waktu ini unik. Pertama kalinya, Bitcoin melampaui puncak sebelumnya sebelum halving, mencapai USD73.000 di bulan Maret 2024,” ungkap analis keuangan dari Octa, Kar Yong Ang diambil melalui informasi tertulis, Selasa (30/4/2024).

Dia menambahkan bahwa permintaan dari ETF bitcoin Amerika Serikat yang tersebut diresmikan pada bulan Januari merupakan factor utama peningkatan nilai tukar tersebut. Pada pada waktu yang dimaksud sama, penghasilan para penambang berkurang tepat setengah. Sehingga, mereka perlu menghabiskan dua kali lipat waktu lalu listrik untuk mendapatkan jumlah total mata uang kripto yang mana sama. Karena nilai tukar energi tiada murah, para pemain terlemah diperkirakan akan meninggalkan pasar.

“Dalam kata lain, kami memperkirakan kurangnya pasokan dengan permintaan yang dimaksud meningkat akan berpengaruh besar pada harga,” ujarnya.

Halving Bitcoin sendiri adalah insiden penting di sejarah mata uang kripto major, yang menunjukkan penerbitannya yang mana terbatas dan juga mekanismenya untuk berperang melawan inflasi.

Banyak yang meyakini bahwa Bitcoin, dengan sifat deflasinya, memiliki tempat bagus untuk menjadi penyimpanan nilai yang mana andal di perekonomian bumi yang dimaksud bukan stabil, layaknya emas tradisional tetapi versi digital. Jika menelisik dalam tahun-tahun sebelumnya, Bitcoin kemungkinan akan memasuki fase peningkatan intens dalam akhir tahun 2024, di mana harganya diperkirakan melampaui USD200.000. Kondisi ketika ini sangat berbeda dengan yang muncul pada tahun 2020, dikarenakan permintaan akan mata uang kripto sangatlah lebih tinggi akibat EFT, kemudian defisitnya sudah ada terasa hari ini.

Sebagai informasi Octa adalah broker internasional yang mana menyediakan layanan trading online di dalam seluruh dunia sejak tahun 2011. Octa menawarkan akses bebas komisi ke lingkungan ekonomi finansial kemudian bervariasi layanan yang dimaksud sudah pernah digunakan klien dari 180 negara dengan tambahan dari 42 jt akun trading.

Artikel ini disadur dari Analis Prediksi Nasib Bitcoin Usai Halving Keempat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *