Kesehatan

Apakah Bayi Sering Mengejan Bahaya untuk Kesehatannya? Hal ini Keterangan Dokter

15
×

Apakah Bayi Sering Mengejan Bahaya untuk Kesehatannya? Hal ini Keterangan Dokter

Sebarkan artikel ini
Apakah Bayi Sering Mengejan Bahaya untuk Kesehatannya? Hal ini Keterangan Dokter

JAKARTA – Para ibu pasti pernah mengalami anaknya mengejan atau ngedan seakan sedang buang air besar, padahal tidak. Hal itu menyebabkan sebagian warga tua merasa takut dengan keadaan si anak.

Lantas, apakah hal itu wajar?

Dokter Spesialis Anak dr. Arifianto, Sp.A(K) menjelaskan, kondisi itu disebut diskezia (dyschezia). Jadi, pergerakan mengejan pada bayi seperti kesulitan buang air besar padahal belum tentu juga mengundurkan diri dari BAB-nya.


“Kadang yang mana pergi dari malah kentut, pipis, atau bisa jadi nggak meninggalkan apa-apa. Kalau lagi pup memang sebenarnya dapat seperti itu, mengejan sampai merah mukanya. Nggak tega ya,” kata dr. Arifianto di cuitan di dalam akun X @dokterapin, disitir Mingguan (28/4/2024).

Menurut dr. Arifianto, status yang disebutkan sangat wajar kemudian biasanya berjalan sampai usia anak 9 bulan.

“Jadi keadaan itu tidak kolik ya, alergi protein susu sapi, tidak juga sembelit,” jelasnya.

Dokter Arifianto menjelaskan, kondisi yang disebutkan sebagai bentuk langkah-langkah pembelajaran bayi pada mengkoordinasikan otot-otot dinding perutnya untuk menyokong tinja. Kadang memang sebenarnya dapat sampai menangis bayinya.


“Coba deh bayangkan aja kita jadi bayi, baru sanggup telentang, belum pandai duduk. Terus harus BAB sambil telentang. Susah kan! Kentut aja susah sambil berbaring. Minimal harus sambil miring, baru bisa jadi pergi dari gasnya,” tuturnya.

Jadi para ibu yang dimaksud meninjau bayinya mengejan kencang untuk kentut atau BAB, sebaiknya ganti kedudukan untuk mendudukkan si kecil.

“Supaya bayinya lebih banyak nyaman. Makin besar bayinya, akan makin berkurang dyschezia-nya,” kata dr. Arifianto.

Artikel ini disadur dari Apakah Bayi Sering Mengejan Bahaya untuk Kesehatannya? Ini Penjelasan Dokter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *