Otomotif

Cara Yamaha Memodifikasi Throttle Blip pada Motocross Listrik Tuai Kontroversi

14
×

Cara Yamaha Memodifikasi Throttle Blip pada Motocross Listrik Tuai Kontroversi

Sebarkan artikel ini
Cara Yamaha Memodifikasi Throttle Blip pada Motocross Listrik Tuai Kontroversi

TOKYOSepeda motorcross listrik , seperti Stark Varg, telah dilakukan menunjukkan diri mereka sebagai mesin yang dimaksud tangguh, bahkan mampu bersaing dengan motor 450cc paling modern.

Namun, FIM melarang merek untuk berlaga pada kelas yang mana mirip oleh sebab itu torsi instan 80 tenaga kuda yang digunakan dihasilkan pada holeshot.

Walaupun mempunyai banyak keunggulan, ada satu area pada mana Stark Varg tak bisa jadi menandingi motorcross konvensional: kopling, atau tambahan tepatnya, kekurangannya.

Pengendara motorcross biasanya menggunakan kopling untuk pergi dari dari tanjakan supercross, menyimpan roda depan kekal terangkat dalam medan kasar, atau ketika melintasi sejumlah gundukan.

Pengoperasian Stark tanpa kopling merupakan salah satu kelemahan yang mana dirasa para pengendara, menghambat dia untuk melakukan manuver yang tersebut biasa merek lakukan.

Menariknya, pada waktu Yamaha meluncurkan sepeda gowes motorcross listrik pertamanya, tampaknya dia sudah mengembangkan solusi yang menyerupai kopling.

Yamaha menggunakan sensor untuk mendeteksi saat roda depan mulai kehilangan traksi. Saat ini terjadi, motor secara otomatis akan meningkatkan putaran motor untuk melindungi roda depan tetap terangkat.

Seperti dilansir dari Rideapart, layanan ini mensimulasikan efek kopling, memungkinkan pengendara untuk melakukan manuver yang tersebut identik seperti pada motorcross konvensional.

Keuntungan utama dari sistem ini adalah memungkinkan pengendara untuk memanfaatkan torsi instan motor listrik tanpa diperlukan menggunakan kopling manual.

Artikel ini disadur dari Cara Yamaha Memodifikasi Throttle Blip di Motocross Listrik Tuai Kontroversi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *