Otomotif

Citroen e-C3 Tak Berhasil Uji Tabrak tapi Dijual di dalam Indonesia, Hal ini Penjelasannya

12
×

Citroen e-C3 Tak Berhasil Uji Tabrak tapi Dijual di dalam Indonesia, Hal ini Penjelasannya

Sebarkan artikel ini
Citroen e-C3 Tak Berhasil Uji Tabrak tapi Dijual di dalam pada Indonesia, Hal ini Penjelasannya

JAKARTA – Mobil listrik dengan syarat Prancis, Citroen e-C3 sudah resmi dijual di Indonesia. Kendaraan ramah lingkungan ini dipasarkan dengan nilai Rp300 jutaan. Meski miliki banyak kelebihan, namun hasil uji tabrak mobil ini kurang memuaskan.

Sebagai informasi, Global NCAP (New Car Assesment Programme) sudah pernah melakukan uji tabrak pada Citroen e-C3. Hasilnya, mobil listrik yang disebutkan gagal memenuhi standar keamanan yang digunakan diperlukan untuk keselamatan penumpang.

CEO Citroen Indonesia Tan Kim Piauw mengemukakan bahwa e-C3 sudah ada memenuhi beberapa standar yang mana diperlukan sebelum dijual dalam Tanah Air. Ia menegaskan asal yang dimaksud sudah dipenuhi cukup rumit, dikarenakan keselamatan penumpang bermetamorfosis menjadi yang tersebut utama.

“Untuk memenuhi standar keamanan pada Indonesia tak gampang, pemerintah punya standar keamanan yang tersebut tinggi. e-C3 kita ke Nusantara pertama kita sudah ada comply, jadi kita sudah ada melakukan uji layak jalan dengan Kemenhub,” kata Tan pada PIK 2, Daerah Tangerang, Banten, Selasa (23/4/2024).

Berdasarkan hasil tes Global NCAP , Citroen e-C3 tak mendapatkan rating bintang untuk keselamatan penumpang dewasa. Sementara untuk proteksi terhadap penumpang anak-anak hanya saja diganjar satu bintang.

“Kemudian sudah ada melakukan berubah-ubah tes yang diadakan pemerintah, dan juga bersyukur hasil tes telah lulus. Jadi pemerintah sudah ada menyatakan mobil kita ini complience terhadap aturan standard keselamatan ke Indonesia,” tuturnya.

“Kalau ditanya apakah ini aman? Dari hasil tes kami meyakini sudah ada comply dengan aturan di Indonesia,” kata Tan.

Dari hasil tes, Global NCAP mencatat meskipun keseluruhan bodi stabil pada waktu berjalan benturan, tidak ada ada fasilitas seperti electronic stability control, advanced driver assistance system (ADAS), isofix, side airbag, kemudian knee airbag, mempengaruhi hasil uji tabrak secara keseluruhan.

Alasan Global NCAP memberikan satu bintang pada pengamanan anak lantaran semua model mobil tak memiliki sabuk pengaman dalam tiga titik pada semua posisi. Ini adalah menghasilkan dua boneka dummy terbentur interior mobil.

“PSA (grup yang dimaksud menaungi Citroen) pernah berubah menjadi pemimpin di hal keselamatan, tetapi sekarang sebagai bagian dari grup Stellantis, pabrikan justru mengalami keterpurukan yang tersebut besar,” ucap Alejandro Furas, Sekretaris Jenderal Global NCAP pada penjelasan resmi.

Artikel ini disadur dari Citroen e-C3 Tak Lolos Uji Tabrak tapi Dijual di Indonesia, Ini Penjelasannya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *